10 February 2020, 22:56 WIB

Presiden Jokowi Kembali dari Lawatan ke Australia


Andhika prasetyo | Internasional

PRESIDEN Joko Widodo kembali ke Tanah Air seusai melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Australia pada 8-10 Februari 2020. Presiden bertolak dari Bandara Militer Defence Establishment Fairbairn, Canberra, sekitar pukul 16.00 waktu setempat atau 12.00.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (10/2) sekitar pukul 18.45.

Dalam penerbangan tersebut, Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono dan Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto.

Saat berada di Australia, Presiden mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Australia David Hurley yang dilanjutkan dengan santap siang.

Dalam santap siang tersebut, Hurley mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam penanganan kebakaran hutan yang melanda Australia.

"Kita sangat berterima kasih untuk bantuan Indonesia dalam menghadapi kebakaran hutan di Australia dengan pengiriman lebih dari 30 insinyur angkatan bersenjata untuk berkontribusi pada Operation Bushfire Assist (Operasi Penanganan Kebakaran Hutan)," kata Hurley.

Keesokan harinya, Presiden melakukan serangkaian kegiatan di Gedung Parlemen Australia. Dimulai dari pertemuan tête-à-tête dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison yang dilanjutkan pertemuan bilateral dalam kerangka Indonesia-Australia Annual Leader's Meeting (ALM), hingga menyampaikan pidato di depan anggota parlemen Australia.

Jokowi dan Morrison juga menyaksikan penandatanganan dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yaitu Plan of Action of Indonesia-Australia Comprehensive Strategic Partnership yang ditandatangani oleh Menlu RI dan Menlu Australia, dan MoU concerning Transportation Security Cooperation yang ditandatangani oleh Menhub RI dan Menhub Australia.

Kegiatan kepala negara di 'Negeri Kanguru' ditutup dengan menghadiri pertemuan Indonesia-Australia Business Roundtable. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan fokus kerja pada periode kedua pemerintahannya. Di hadapan para CEO sejumlah perusahaan Australia, presiden juga berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ramah investasi.

"Komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik akan terus saya lakukan. Kali ini saya coba once and for all melalui dikeluarkannya Omnibus Law. Omnibus Law ini akan menyederhanakan semua peraturan dan menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Saya targetkan Omnibus Law selesai pada semester I tahun 2020 ini," kata mantan Wali Kota Solo itu. (OL-8)

BERITA TERKAIT