11 February 2020, 05:00 WIB

Iwapi Fokus Tingkatkan SDM Pengusaha


Uta/E-3 | Ekonomi

PENINGKATAN peran perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan termasuk kesejahteraan merupakan bagian penting dalam upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Iwapi sebagai organisasi perempuan pengusaha ikut bertanggung jawab untuk meningkatkan peran tersebut.

“Di sinilah peran penting Iwapi sebagai organisasi wanita pengusaha yang memiliki tanggung jawab untuk mendorong terwujudnya sikap mandiri wanita Indonesia untuk mengembangkan potensi diri mereka,” ungkap Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai NasDem Lestari Moerdijat saat membuka perayaan HUT ke-45 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Rerie, sapaan Lestari Moerdijat, mengapresiasi 36% wanita Indonesia yang telah memilih untuk berwiraswasta. Hal itu, kata Rerie, merupakan sebuah kemajuan karena wanita tidak lagi bergantung pada lapangan pekerjaan, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang berguna bagi orang lain.

Dia meyakini Iwapi merupakan wadah yang tepat bagi wanita-wanita Indonesia untuk berwiraswasta mengembangkan kemajuan perekonomian bangsa.

“Dalam mencapai itu semua, bangsa Indonesia harus menyadari sepenuhnya bahwa dalam menghadapi setiap dinamika dan tantangan kebangsaan setiap manusia Indonesia perlu disiapkan menjadi individu yang andal, berkepribadian, dan juga cerdas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Iwapi Nita Yudi menekankan bahwa pada hari jadinya yang ke-45, Iwapi akan fokus pada peningkatan SDM para perempuan pengusaha yang ada di Indonesia. Hal tersebut disebutnya sejalan dengan program prioritas periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang peningkatan SDM.

“Salah satunya di awal tahun ini kita buka dengan sosialisasi empat pilar bekerja sama dengan MPR. Karena kami pikir sosialisasi empat pilar dibutuhkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Indonesia, tidak terkecuali produk Indonesia,” papar Nita. Dia melanjutkan, salah satu tantangan utama yang di-hadapi perempuan pengusaha Indonesia ialah menghadapi revolusi industri 4.0. (Uta/E-3)

BERITA TERKAIT