10 February 2020, 19:39 WIB

Pemerintah Kaji Menyeluruh Pemulangan Mantan Pengikut IS


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin mengakui adanya kekhawatiran mengenai pemulangan sejumlah mantan pengikut Islamic State (IS) ke Indonesia.

Pemerintah, ungkap Wapres, masih mengkaji berbagai dampak yang bakal muncul apabila menerima kedatangan mereka.

"Ya justru itu kita akan kaji dan termasuk kekhawatiran beberapa pihak, nanti mereka WNI atau bukan, kan begitu," katanya kepada wartawan menghadiri Munas PHRI, di Karawang, Senin (10/2).

Wapres Ma'ruf menyebutkan, pemerintah akan membahas rencana kepulangan mantan pengikut ISIS itu dari berbagai aspek.

Baca juga : Pemulangan WNI Mantan ISIS bukan Prioritas

"Tentu akan dilihat konsekuensi yang muncul jika tidak dipulangkan atau dipulangkan. Kita lihat dulu situasinya," ujarnya.

Wapres pun belum bisa berkomentar mengenai usulan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius yang membuka peluang untuk memulangkan anak-anak terlebih dulu.

"Ya itu kan baru pendapat, nanti akan kita rapat koordinasikan, atau tidak dipulangkan semua, ada yang dipulangkan yang anak-anak, atau konsekuensi-konsekuensi lainnya seperti apa," pungkas Wapres. (OL-7)

BERITA TERKAIT