10 February 2020, 19:33 WIB

PSI: Formula E Sulit Bawa Untung, Yang ada Rugi


Selamat Saragih | Megapolitan

FRAKSI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta salah satu fraksi yang paling kontra sejak awal dengan program penyelenggaraan ajang balap Formula E di Jakarta.

Selain karena menghamburkan anggaran, gelaran balap mobil listrik ini juga dianggap akan menimbulkan kemacetan jika rutenya melintas di kawasan Monas dan sekitarnya.

Hal tersebut bakal merugikan warga yang menggunakan jalan untuk beraktifitas dan keperluan sehari-hari. Rencananya, Formula E akan digelar pada 6 Juni 2020.

"Kalau misalkan diselenggarakan Formula E ini tentunya kemacetan pasti menjadi-jadi. Sedangkan kita sudah punya hitungannya juga triliunan rupiah yang diakibatkan kerugian negara akibat kemacetan. Betapa banyaknya perekonomian yang terhambat karena kemacetan," kata Anggota Fraksi PSI, Justin Adrian, di ruang Fraksi PSI, Gedung DPRD DKI, Senin (10/2).

Keuntungan dari formula E diyakini tidak akan banyak. Bahkan kemungkinan merugi besar saat penyelenggaraan, ungkap Justin.

Menurut dia, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memang kerap membuat pagelaran yang bukan prioritas dan tidak urgen diadakan di Jakarta.

Padahal, katanya, masih banyak masalah lain yang harus diurus seperti banjir, kemacetan, hingga polusi udara Jakarta tergolong kategori nomor urutan atas terburuk.

"Sepertinya pak gubernur terlalu sibuk dengan event-event yang berbau festival. Mungkin dia lebih tertarik untuk selenggarakan balapan," ujarnya.

Justin meminta Formula E, proyek yang pasti merugi agar dibatalkan. Pengamatan PSI justru sesuai fakta rakyat Jakarta kebanjiran, tapi gubernurnya malah sibuk urusan balapan mobil.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebelumnya menargetkan pendapatan sebesar Rp50 miliar dari penyelenggaraan Formula E 2020.

Pendapatan itu direncanakan berasal dari penjualan tiket, sponsor, local hospitality, dan pendapatan lainnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT