10 February 2020, 19:21 WIB

PGN Apresiasi Media lewat Kompetisi Jurnalistik 


Dero Iqbal Mahendra | Ekonomi

FOTO: Dirut PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso (kelima dari kanan) berfoto bersama dewan juri dan para pemenang Anugerah Kompetisi Jurnalistik PGN 2019 di Auditorium Graha PGAS, Jakarta Barat, Jumat (7/2). 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KOMPETISI Jurnalistik Perusahaan Gas Negara (KJPGN) kembali dilaksanakan PGN sebagai bentuk apresiasi dukungan dan masukan, serta kritik konstruktif dari media selama 2019. 

Kompetisi jurnalistik yang sudah berjalan selama 6 tahun tersebut dilaksanakan setiap tahun secara konsisten dan telah melahirkan 
karya-karya terbaik dalam isu energi, khususnya terkait dengan energi gas bumi, dan Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang perlu 
dikelola optimal bagi kepentingan domestik. 

Pada penyelenggaraan KJPGN tahun ini, hampir seluruh pemenang dari lima ka­tegori didominasi jurnalis yang berasal dari media daerah. 
Misalnya, untuk kategori feature news yang seluruh pemenangnya berasal dari media daerah. Untuk juara harapan II Rifki Setiawan Lubis dari Batampos.co.id, juara harapan I Abdul Gapur dari Riau Pos, juara III Dzurriyatun Nisa dari kabarbisnis.com, juara II Yurika Indah Prasetianti dari dunia-energi.com, serta juara I Robby Patria dari Tanjungpinang Pos

Begitu pula untuk kategori lainnya, selalu terdapat wartawan dari media daerah.  Group Head of Strategic Stakeholder Management PGN, Santiaji Gunawan, menjelaskan hal itu karena PGN memiliki perpanjangan tangan untuk menyampaikan informasi kepada media-media di daerah. 

“Teman-teman representatif setia menyampaikan informasi ke media di daerah. Bahkan dalam kompetisi kali ini hampir 60% yang masuk penjurian adalah media daerah,” terang Santiaji di Jakarta, Jumat (7/2). 

PGN menyadari peran penting media sebagai mitra dalam membangun kesadaran publik akan pengelolaan energi melalui diskursus-diskursus di ranah publik. Hal itu membutuhkan pemahaman, kritik, masukan, dan saran yang konstruktif untuk membangun kesamaan visi seluruh stakeholder nasional dalam rangka pengelolaan energi nasional yang berkelanjutan. 

“Peran media sangat penting dalam menyosialisasikan langkah serta mengedukasi seluruh stakeholder PGN agar mereka lebih memahami apa bisnis PGN ke depannya serta peran PGN ke depan yang harus kita bangun,”  tutur Direktur ­Utama PGN, Gigih Prakoso, pada malam penganugerahan KJPGN di Kantor Pusat PGN Jakarta, Jumat (7/2). 

Keterbukaan informasi 

Oleh karena itu, ke depan pihak PGN akan terus mengedepankan keterbukaan informasi. Dari manajemen pun sangat terbuka untuk berdialog dan berkomunikasi dengan para jurnalis agar tercipta hubungan yang dinamis dan konstruktif antara PGN dan jurnalis. 

Gigih mengungkapkan, kegiatan apresiasi ini akan terus dilanjutkan dan telah menjadi komitmen dari manajemen PGN untuk terus melaksanakan kegiatan serupa. 

“Event-event seperti ini tentunya akan terus kita laksanakan dan ini merupakan komitmen kita bersama dalam rangka membina hubungan yang baik antara PGN dan jurnalis,” katanya. 

KJPGN 2019 terbagi menjadi lima kategori, dengan tambah­an kategori jurnalis teraktif, yakni hard news cetak, hard news online, foto cetak, 
foto online, dan features. Peserta dari setiap kategori diikuti media nasional dan media daerah. 

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah keenam kalinya diselenggarakan. Sebagai bentuk kerja sama mutualisme dalam melahirkan karya jurnalistik di bidang energi dan pemanfaatannya di seluruh sektor. Kami mengharapkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan bermanfaat bagi pemahaman publik tentang mandat gas bumi secara lebih luas,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama. 

Panitia KJPGN 2019 dalam prosesnya melakukan tahapan kolektif, baik artikel maupun foto jurnalistik media dari media monitoring PGN 
sepanjang 1 Januari-14 Desember 2019. Berdasarkan hasil kolektif tersebut dan tambahan karya kiriman peserta pascapengumuman KJPGN, telah terkumpul total 3.075 karya. 

Dari penyaringan awal didapat sebanyak 443 karya potensial. Jumlah itu kemudian di­seleksi kembali hingga menjadi 155 peserta, untuk kemudian dinilai dewan juri. 

“Proses penjurian dilakukan secara ketat. Kami telah me­rancang penjurian seobjektif mungkin. Kami beserta dewan juri telah berkomitmen 
untuk profesional dan independen sehingga didapatkan pemenang yang memang layak dan mampu menghasilkan karya jurnalistik terbaik. Pada KJPGN 2019 kali ini kami juga memberikan apresiasi khusus kepada tiga jurnalis yang memberikan perhatian lebih dalam penulisan artikel dengan isu terkait energi dan gas bumi,” tutur Rachmat.(Dro/S2-25)

BERITA TERKAIT