10 February 2020, 16:25 WIB

Ingin Anak Bijak Berinternet? Google Luncurkan Program Belajarnya


Bagus Pradana | Weekend

MENDAMPINGI anak saat berinternet memang perlindungan paling ideal. Namun sering hal ini sulit dilakukan para orang tua. Sebab itu cara paling efektif sebetulnya adalah membekali sendiri anak dengan kemampuan literasi digital. Dengan begitu anak dapat melindungi dirinya sendiri.

Jika anda termasuk orang tua yang mendambakan bekal literasi digital untuk anak maka program terbaru Google mungkin dapat membantu. Bernama "Tangkas Berinternet", program yang dipublikasi pada Senin (10/2) di di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta itu merupakan program literasi digital dan keamanan online untuk meningkatkan pengetahuan dan ketahanan berinternet bagi anak-anak di Indonesia.

Peluncuran ini merupakan upaya Google untuk melindungi anak-anak Indonesia dari paparan konten negatif yang masih banyak ditemukan di Internet, dalam rangka memperingati Hari Aman Berinternet Sedunia 'Safer Internet Day'  yang jatuh pada 11 februari mendatang.

Dalam peluncuran program 'Tangkas Berinternet' ini, Google menggandeng sejumlah organisasi yang memiliki konsern terhadap perlindungan anak, yaitu Yayasan Sejiwa dan Indonesia Online Child Protection (ID-COP). Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA).

Melalui program ini Google akan menyediakan  sejumlah materi ajar digital yang diperuntukan pada guru dan orang tua terkait literas digital. Agar mudah dimengerti oleh anak-anak, Google telah membungkus materi ajar tersebut dalam konsep permainan (gim) berbasis web yang dapat membantu pembelajaran terkait literasi digital.

Berdasarkan riset Google tentang penggunaan Internet tahun 2019, satu dari tiga pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak. Dan, Internet menjadi pisau bermata dua bagi mereka, selain berhasil menggantikan kegiatan keseharian mereka seperti bermain, belajar, dan bersosialisasi. Anak-anak pengguna internet juga rentan terhadap paparan konten-konten negatif yang kurang pantas untuk dikonsumsi anak-anak dan berbahaya.

Ditemui dalam acara peluncuran tersebut Putri Alam, selaku Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah, Google Indonesia menyatakan bahwa program 'Tangkas Berinternet' memiliki misi utama yaitu untuk mengajarkan anak-anak selektif memilih konten-konten yang akan mereka konsumsi via Internet.

"Program ini adalah salah satu bentuk gerakan untuk membantu memaksimalkan potensi-potensi positif dari teknologi untuk anak-anak, sekaligus meminimalisir resikonya. Program ini memuat lima prinsip utama dalam berinternet yang perlu difahamkan ke anak yaitu Cerdas, Cermat, Tangguh, Bijak, dan Berani Berinternet," terang Purti Alam dalam pidato yang ia sampaikan.

Sejalan dengan Putri Alam, pimpinan Yayasan Sejiwa pun turut urun rembug di acara tersebut, beliau megungkapkan kegelisahannya tentang maraknya kasus bullying di berbagai platform medsos terhadap anak-anak pengguna Internet.

"Kami melihat bullying sebagai permasalahan yang signifikan di dunia pendidikan. Terlebih lagi di era digital seperti sekarang ini. Internet seharusnya menjadi alat untuk menyebarkan kebaikan, namun hari ini Internet banyak disalahgunakan. Apa yang harus dilakukan oleh anak-anak ketika melihat bullying di Internet? Hal ini menjadi penting untuk dimengerti agar anak-anak Indonesia bijak berinternet," terang Diena Haryana, pendiri Yayasan Sejiwa.

Atas diluncurkannya program 'Tangkas Berinternet' ini, Harris Iskandar selaku Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap Google Indonesia ini yang berkenan mendampingi anak-anak Indonesia untuk mempelajari literasi digital melalui inisiasi program 'Tangkas Berinternet'.

"Anak-anak generasi masa kini tumbuh dengam teknologi. Pemahaman akan literasi digital dan keamanan online serta melatih mereka untuk menjadi lebih peka akan informasi yang mereka dapatkan atau sebarkan, hingga perihal bagaimana bersikap di dunia maya adalah hal-hal yang sangat penting untuk menanggulangi kejahatan siber," ungkap Harris Iskandar.

"Perlu dukungan dari banyak pihak untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi yang tangguh, cerdas, bijak, berani dan cermat di Internet," pungkas Harris. (M-1)

BERITA TERKAIT