10 February 2020, 15:30 WIB

Anggaran Observasi WNI di Natuna Masih Mencukupi


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KEMENTERIAN Keuangan belum berencana untuk memberikan anggaran kepada 237 warga negara Indonesia dan 1 warga negara asing yang telah dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok ke Natuna lantaran mewabahnya virus korona.

Anggaran yang dimiliki oleh beberapa kementerian dan instansi yang terkait langsung pada proses observasi ratusan WNI itu dinilai masih mencukupi.

Baca juga: Bahlil Jajakan Potensi 10 Bali Baru ke Investor Australia

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani kepada pewarta, di kantor Kemenku, Jakarta, Senin (10/2). Anggaran diamanatkan kepada tiap instansi dan kementerian yang terlibat langsung dalam proses observasi dapat digunakan sementara untuk memenuhi kebutuhan itu.

"(Tidak hanya Kemenkes), tergantung siapa yang lakukan kegiatan, pasti Kemenkes kemudian kalau ada TNI, ada BNPB kemarin dia bantu masker. Jadi langsung bagi, kalo dikumpulin jadi satu malah lambat," ujar Askolani.

Ia mengaku belum mengetahui besaran anggaran yang telah digunakan oleh tiap instansi dan kementerian yang terlibat. Pasalnya, observasi ratusan WNI yang dievakuasi itu masih berlanjut dan belum ada laporan terkait penggunaan anggaran.

Askolani juga menyebutkan, hingga kini belum ada permintaan penambahan anggaran baik dari Kemenkes, TNI, maupun BNPB terkait observasi itu. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan kemenkeu menyuntikan anggaran tambahan bila dirasa perlu.

"Nanti kalau last option bisa. Sementara dari pagu masing masing. Kalau kurangnya itu nanti belakangan. Sementara ini pagu awal tahun masih bagus, masih mencukupi," jelasnya.

Baca juga: Wow, Agen BRILink Ini Bisa Raup Omset Rp1,8 Miliar

Lebih lanjut, Askolani menuturkan, biaya yang digelontorkan untuk observasi tidak akan menyentuh Rp1 triliun.

"Belum tau, tapi gak mungkin sebesar itu. Mungkin (miliaran), nanti persisnya cek di masing-masing KL," pungkas Askolani. (OL-6)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT