10 February 2020, 14:04 WIB

Nigeria Ingatkan Penyakit Misterius yang Tewaskan 15 Orang


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PEMERINTAH Nigeria mengeluarkan peringatan tentang ‘epidemi aneh" yang telah menewaskan 15 orang dan menginfeksi puluhan lainnya dalam waktu kurang dari seminggu.

Wabah penyakit misterius itu telah menyebabkan korbannya mengalami muntah, bengkak, dan diare. Kasus pertama kali tercatat akhir bulan lalu di Negara Bagian Benue, sebelah tenggara ibu kota Abuja.

"Pada 3 Februari 2020, jumlah orang yang terkena endemik aneh telah meningkat menjadi 104," kata Senator Nigeria Abba Moro, menurut surat kabar Daily Post.

Dalam resolusi Senat, Moro, yang mewakili sebuah distrik di Negara Bagian Benue, menyebutkan sejumlah korban penyakit, yang semuanya diduga meninggal dalam waktu 48 jam setelah tertular penyakit tersebut.

Resolusi itu mendesak Kementerian Kesehatan Negara Bagian Benue untuk mengirim para ahli ke pusat wabah untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit ini.

Ia juga menyerukan Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC) untuk menetapkan langkah-langkah pengawasan untuk menahan penyebarannya, Post melaporkan.

Menteri Kesehatan Osagie Ehanire mengatakan dalam sebuah pengarahan, Jumat, penyakit itu tampaknya bukan demam Ebola atau Lassa--dua virus yang berpotensi fatal yang terjadi di Afrika Barat.

Juga tampaknya bukan virus korona baru, yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, dan sejauh ini telah menewaskan lebih dari 900 orang.

Ehanire mengatakan NCDC sekarang telah mengaktifkan operasi tanggap darurat di daerah yang terkena dampak. Pejabat pemerintah mencurigai bahan kimia yang digunakan dalam penangkapan ikan mungkin bertanggung jawab atas penyakit itu, menurut BBC.

Dia menasehati warga Nigeria yang mungkin telah menyaksikan kasus-kasus penyakit itu untuk menghubungi agen secara gratis menggunakan nomor 0800-970000-10. NCDC telah dihubungi untuk dimintai komentar. (Independent/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT