10 February 2020, 13:15 WIB

Terkait WNI Eks IS, Pemerintah Diminta Fokus ke Virus Korona Dulu


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

KEINGINAN warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota Islamic State (IS) dan keluarganya untuk kembali ke Tanah Air masih menuai polemik. Pemerintah dinilai perlu melakukan kajian dan persiapan matang jika nantinya memutuskan untuk menerima kembali para mantan kombatan IS tersebut.

Dibandingkan fokus dan terburu-buru mengambil keputusan terkait eks IS, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menilai pemerintah lebih baik fokus pada upaya pencegahan masuknya virus korona.

Ia menilai hal itu lebih mendesak untuk terus dijadikan prioritas perhatian pemerintah saat ini.

"Sementara pemerintah sekarang menurut saya lebih harus lebih banyak berkonsultasi bagaimana mencegah virus korona yang sekarang ini sudah merebak di mana-mana," ujar Dasco, di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/2).

Baca juga: Wawancara Eksklusif BNPT: Sudah Ada WNI Eks IS yang Dipulangkan

Terlebih saat ini, masih ada masyarakat yang belum terjangkau dan terbebani atas kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

"Tuntutan sebagian rakyat kecil yang minta penurunann BPJS itu yang paling penting menurut saya," ujar Dasco.

Meski begitu, Dasco mengatakan bukan berarti nasib WNI eks IS dilupakan begitu saja.

Upaya menyelamatkan mereka dengan kembali ke Tanah Air juga perlu dilakukan. Namun, jangan terburu-buru dan perlu disertai berbagai persiapan.

"Jadi bisa saja ada wacana seperti itu tapi perlu kajian yang sangat sangat mendalam," ujar Dasco. (OL-1)

BERITA TERKAIT