10 February 2020, 09:05 WIB

Tahun ini Listrik Bertambah 8.000 Mw


Van/X-7 | Nusantara

SEBAGAI puncak dari program percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 megawatt (Mw), pemerintah akan menambah 8.823 Mw pembangkit listrik di 2020.

Pendapat itu disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral, Rida Mul­yana, melalui keterangan resmi di Jakarta, kemarin. “Ini puncaknya di 2020, kalau tidak ada aral melintang, akan mencapai commercial operation date (COD).”

Rida memproyeksikan total pembangkit yang akan beroperasi sampai akhir 2020 mencapai 15.634 Mw atau 44% dari target program 35.000 Mw. Selanjutnya, penambahan kapasitas pembangkit akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2029.

Pada 2021, lanjutnya, kapasitas pembangkit kembali bertambah sebesar 5.066 Mw, kemudian 4.109 Mw di 2022, 3.907 Mw (2023), 3.592 Mw (2024), 1.275 Mw (2025), 200 Mw (2026), 505 Mw (2027), 835 Mw (2028), serta 300 Mw (2029).

“Setelah 2020, tambahan kapasitas pembangkit dari program 35.000 Mw berangsur-angsur turun dan diharapkan semua proyek dapat diselesaikan pada 2029,” tambah Rida.

Perubahan target penyelesaian proyek strategis nasional tersebut, menurutnya, tak lepas dari sejumlah kendala, seperti pembebasan lahan, perizinan, isu sosial, dan pertumbuhan ekonomi makro.

Sebelumnya, jika dirancang dengan asumsi pertumbuhan ekonomi berkisar 7%-8%, pertumbuhan listrik bisa 1,2 kali lipat. Namun, pertumbuhan ekonomi sekarang  5% sehingga pertumbuhan listrik pun cuma 4,5%.

Rida juga menerangkan progres program 35.000 Mw sampai akhir 2019 yang telah terkontrak 96% atau sebesar 33.856 Mw. Dari total kapasitas itu, sebesar 6.811 Mw atau 19% pembangkit telah beroperasi.

“Hanya tersisa 1.563 Mw atau 4% pembangkit yang belum kontrak atau power purchase agreement (PPA),” jelasnya lagi.

Sejalan dengan penyelesaian program 35.000 Mw itu, ujarnya, pemerintah juga akan memperbanyak pembangunan infrastruktur listrik lainnya, seperti penambahan jaringan transmisi dan pengembangan gardu induk.

Dijelaskannya, dalam lima tahun mendatang, pemerintah menargetkan penambahan transmisi hingga 19.069 kilometer sirkuit (kms) dengan investasi mencapai US$7,16 miliar. Adapun untuk gardu induk, total kapasitas hingga 2024 mencapai 38.607 MVA dengan perkiraan investasi kurang lebih US$5,54 miliar.

Sampai 2019, kapasitas gardu induk sebesar 151,136 MVA atau bertambah 17.507 MVA dari realisasi 2018, yakni 133.629 MVA. (Van/X-7)

BERITA TERKAIT