10 February 2020, 08:25 WIB

Mencontoh Mount Ainslie untuk Ibu Kota Baru


Dhk/Mir/Che/X-3 | Politik dan Hukum

DALAM rangkaian kunjungan kene­garaan ke Australia pada 8-10 ­Februari, Presiden Joko Widodo ­kemarin mengunjungi kawasan Mount Ainslie di Canberra.

“Saya banyak bertanya ke Gubernur Jenderal (David Hurley), juga ke Perdana Menteri Scott Morrison. Ke­­mudian bertanya juga ke Sally Bar­­nes, CEO-nya National Capital Authority di sini. Kita ingin menda­­patkan sebuah bayangan seperti apa sebetulnya Kota Canberra, bagaima­na dikelola, kemudian dimulainya seperti apa,” kata Presiden Jokowi dalam ke­terangan pers Sekretariat Presiden, kemarin.

Canberra dibangun pada 1913 dan berpenduduk sekitar 400 ribu jiwa. Jokowi menilai tata kota Canberra sangat baik. Kawasan Mount Ainslie memiliki ketinggian 843 meter di atas permukaan laut.

“Kita lihat tata kotanya sangat ba­­gus dan yang baik-baik kita ambil un­­tuk pembangunan ibu kota baru. Gedung-gedung pemerintah tidak ada yang tingginya lebih dari tujuh lan­­tai. Tetapi, di sisi lain, ada juga yang jauh dari area pemerintahan diperbolehkan gedung tinggi,” lanjut Kepala Negara.

Jokowi mengunjungi Mount ­Ains­lie di sela-sela agenda kenegaraan ke Australia. Presiden menyebut tu­­juan kedatangannya ke ‘Negeri Kanguru’ un­­tuk menindaklanjuti ratifikasi In­donesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah disetujui DPR pekan lalu.

Di lain pihak, Australia mengapresiasi bantuan Indonesia dalam mengatasi kebakaran hutan yang terjadi di negara tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan Indonesia dalam menghadapi kebakaran hutan di Australia de­ngan mengirim lebih dari 30 in­sinyur angkatan bersenjata,” ujar Gu­bernur Jenderal Australia David Hur­ley saat jamuan santap siang kene­garaan bersama Jokowi di ­Government House, Canberra, kemarin.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang turut serta dalam kunjungan itu menjajaki kerja sa­ma peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang ­transportasi.

“Kami mendampingi Presiden da­lam rangka memperkuat kerja sa­ma transportasi udara. Kami i­ngin ada pelatihan teknologi maritim dan menempatkan kembali atase per­­hubungan di Canberra,” tandas Menteri Perhubungan.

Pejabat yang ikut dalam ­rombong­an Presiden Jokowi antara lain Menko Per­ekonomian Airlangga Hartarto, Men­lu Retno Marsudi,  Mendag Agus Suparmanto, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Dhk/Mir/Che/X-3)

BERITA TERKAIT