10 February 2020, 02:30 WIB

Kasus dan Korban Meninggal akibat DBD Bertambah


PO/Ant/H-1 | Humaniora

JUMLAH korban penyakit demam berdarah dengeu (DBD) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga kemarin, korban telah mencapai 1.145 orang dan 13 orang di antaranya meninggal dunia. Tiga kabupaten, yakni Lembata, Sikka, dan Alor, telah mengumumkan status kejadian luar biasa (KLB) akibat semakin banyaknya pasien yang meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dominikus Minggu Mere, kepada wartawan di Kupang, kemarin, mengatakan pihaknya telah mengirim sejumlah dokter ahli ke tiga kabupaten yang berstatus KLB tersebut, yakni dokter spesialis anak, dokter ahli patologi klinis, dan dokter ahli penyakit dalam. Sampai kemarin korban di tiga kabupaten KLB DBD itu terus bertambah, seperti di Lembata, korban yang menjalani rawat inap sebanyak 114 orang atau bertambah dari satu hari sebelumnya 107 o­rang dan satu orang meninggal dunia.

Sementara itu, korban yang menjalani rawat inap di Sikka masih 433 orang dengan empat korban jiwa. Selanjutnya, korban rawat inap di Alor bertambah dari 98 orang menjadi 125 orang dan dua orang meninggal dunia. Dinas Kesehatan setempat juga mencatat jumlah warga yang menjalani perawatan di rumah sakit di tiga kabupaten tersebut bertambah dua kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pembe­rantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kupang, Sri Wahyningsih, mengatakan salah satu langkah yang ditempuh guna mencegah dan menanggulangi wabah DBD ialah fogging untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD. Sri mengatakan fogging sudah berlangsung sejak Sabtu (8/2) di beberapa titik permukiman warga yang menjadi korban DBD.

Dua korban meninggal dunia akibat DBD, kemarin, juga dilaporkan Enny Suhaeni, Kepala Dinas Kesehatan Cirebon, Jawa Barat. Selama Januari, sebanyak 80 orang dinyatakan terjangkit DBD. “Kejadian DBD ini paling banyak terjadi di wilayah timur, selatan, dan utara Cirebon. Memang endemisnya di wilayah itu,” ujarnya. Daerah lain yang melaporkan adanya wabah DBD, seperti diberitakan sebelumnya, yakni Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Cirebon, serta Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, kemarin, juga melaporkan sebanyak 166 warganya terjangkit DBD saat memasuki musim penghujan awal tahun ini. “Itu data DBD hingga Minggu kelima tahun 2020,” ujar Kepala Diskes Pekan­baru, Muhammad Amin.

Kadinas Kesehatan Tabanan, Bali, I Nyoman Suratmika, menambahkan kasus DBD di wilayahnya meningkat. Setiap hari ada laporan masuk bahwa warga diduga terjangkit DBD. Kasusnya ditemukan merata di seluruh kecamatan, terutama di wilayah Tabanan, Kediri, Kerambitan, dan Selemadeg. (PO/Ant/H-1)

BERITA TERKAIT