10 February 2020, 00:00 WIB

Dua Tentara AS Tewas Diserang Tentara Afghanistan


BBC/AFP/I-1) | Internasional

DUA tentara Amerika tewas dan enam lainnya luka-luka oleh seorang tentara Afghanis­tan yang dipersenjatai dengan senapan mesin.

“Laporan saat ini menunjukkan seorang individu berseragam Afghanistan melepaskan tembakan ke pasukan gabungan AS dan Afghanistan dengan senapan mesin,” ujar juru bicara Kolonel Sonny Leggett.

Ia menyebut serangan tersebut terjadi di Provinsi Nangarhar, Sabtu (8/2) waktu setempat.

Sekitar 13 ribu tentara AS masih dipertahankan di Afghanistan setelah intervensi militer AS untuk menggulingkan Taliban sesudah serang­an 11 September 2001.

“Kami masih mengumpulkan informasi dan penyebab atau motif di balik serangan itu tidak diketahui saat ini,” kata Kolonel Leggett dalam sebuah pernyataan.

Gubernur provinsi Shah Mahmood Meyakhil mengatakan dalam pesan audio kepada wartawan bahwa tiga pasukan komando Afghanistan terluka.

Dia mengatakan tidak jelas apakah insiden itu merupakan tindakan yang disengaja penyusup atau kecelakaan. “Itu bukan bentrokan antara pasukan. Kami sedang menyelidiki,” kata Meyakhil.

Leggett juga menekankan penyebab atau motif di balik serangan itu tidak segera diketahui.

Dalam sebuah twit, Kelompok Pasukan Khusus ke-7 Angkatan Darat AS (Airborne) mengatakan beberapa tentaranya telah tewas atau terluka selama operasi pertempuran di Afghanistan.

Menurut warga Sherzad, Najeebullah, suara tembakan terdengar dari pangkalan pasukan keamanan Afghanistan di dekatnya pada Sabtu malam diikuti dengan evakuasi udara segera. “Kami mendengar suara tembakan serta helikopter mendarat di dalam pangkalan dan mengevakuasi korban,” tambah Najeebullah.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kemudian menolak untuk mengomentari insiden itu. Ia mengatakan bahwa pemberontak sedang menyelidiki serangan itu.

Tahun lalu ialah yang paling mematikan bagi pasukan AS di Afghanistan sejak operasi tempur secara resmi selesai pada ­akhir 2014 menyoroti situasi keamanan menantang yang masih ada.
Sejak invasi pimpinan AS pada Oktober 2001, sekitar 2.400 tentara AS terbunuh di Afghanistan. (BBC/AFP/I-1)

BERITA TERKAIT