09 February 2020, 18:59 WIB

DPR Minta Pemerintah Lebih Serius Tangani Virus Korona


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

DPR RI meminta pemerintah lebih serius dalam menangani penyebaran virus korona baru (2019-nCoV). Meski belum ada kasus yang dilaporkan di Indonesia, upaya antisipasi dan penanganan virus dinilai belum optimal.

Salah satunya, kata Anggota Komoisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati, dari sisi sosialisasi dan edukasi masyarakat yang masih lemah dan kurang masif, khususnya pada masyarakat diluar area perkotaamn.

"Sosialisi dan edukasi harusnya dimulai dari topik ciri-ciri suspected Virus corona, pentingnya imunitas diri, tips hidup sehat, dan lain-lain sampai tema pemakaian masker yang benar," kata Kurniasih kepada Media Indonesia, Minggu (9/2).

Dia menambahkan, pembaruan informasi terkait perkembangan virus korona di Indonesia secara periodik belum terlihat. Bahkan, informasi penting yang seharusnya dari pemerintah itu disebut kalah cepat dengan penyebaran berita hoaks.

"Kalah cepat dengan berita-berita hoaks. Padahal masyarakat sangat membutuhkan hal ini supaya masyarakat tenang tapi tetap selalu waspada," sebutnya.

Baca juga : LIPI: Antisipasi Penyakit Baru, Indonesia Harus Siapkan Lab BSL-4

Dia menegaskan, seharusnya upaya pencegahan masuknya virus korona di Indonesia dengan standar yang jelas dan tegas. Baik terhadap TKI, TKA dari negara-negara yang sudah terdampak positif virus korona seperti Singapura sebagai negara terdekat.

"Bertambahnya pasien positif virus korona dan angka kematian gara-gara virus tersebut, harusnya membuat kita lebih cepat dan tepat secara serius dan penyiapan ruangan-ruangan serta sarana khusus di RS di tunjuk di berbagai Provinsi harus dipastikan semua ready menerima pasien suspected virus korona," lanjutnya.

Ia juga menyoroti ketersediaan peralatan medis yang bisa digunakan untuk mencegah penyebaran virus korona, seperti masker.

"Penyediaan masker secra gratis atau dengan harga murah juga harus menjadi terhadap jawaban pemerintah, mengingat mulai langka dan mahal harga masker," terangnya.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memberikan perhatian pada warga negara Indonesia (WNI) di negara-negara yang sudah mengonfirmasi adanya virus korona di wilayahnya. Salah satu contohnya adalah WNI yang positif terinfeksi virus korona di Singapura.

"Harus ada upaya perlindungan kepada WNI di Luar negeri yang lebih serius dari pemerintah," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT