09 February 2020, 16:41 WIB

Pemprov Sumut Dorong Pengembangan Kuala Tanjung


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara meyakini Kuala Tanjung mampu berkontribusi signifikan bagi ekonomi nasional, termasuk daerah sekitar.

Terlebih, setelah dilakukan percepatan pengembangan terhadap pelabuhan di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara. Pemprov Sumatra Utara pun mendorong percepatan pengembangan Kuala Tanjung. Salah satunya berkoordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Wakil Gubernur Sumatra Utara, Musa Rajekshah, mengatakan pihaknya sudah menemui Menteri BUMN Erick Tohir.

Kepada Erick, Musa menyampaikan depo atau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik PT Pertamina (Persero) akan segera dibangun di kawasan Pelabuhan Kuala Tanjung. "Fasilitas ini bisa menyimpan minyak bumi dan petrokimia. Nantinya dari TBBM ini, produk minyak akan dikirim ke SPBU maupun industri seluruh Sumatra Utara," ujar Musa, Minggu (9/2).

Pembangunan fasilitas itu diproyeksi bakal menyerap sedikitnya 25.000 tenaga kerja. "Keberadaan TBBM akan memberi kontribusi penting
untuk mempercepat pertumbuhan di Sumatra Utara. Depo ini akan banyak menyerap tenaga kerja, sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan PAD," imbuhnya.

Baca juga: Bea Cukai Malili dan Kuala Tanjung Canangkan Zona Integritas

Dia pun optimistis keberadaan depo juga akan menjadi magnet bagi investor. Musa mengungkapkan Menteri BUMN mendukung penuh percepatan pengembangan Kuala Tanjung. Apalagi Sumatra Utara merupakan salah satu provinsi yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

Pada akhir Desember 2018, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) memulai pengoperasian Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) dengan
pengapalan perdana ekspor produk turunan CPO, berupa Lauric Acid, Soap, Fatty Acid, Fatty Alcohol dan Glycerin.

KTMT menawarkan efisiensi dari sisi waktu pengiriman dan biaya logistik, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk ekspor nasional. Saat ini, KTMT telah dilengkapi dengan fasilitas kepelabuhanan lengkap dan modern, yang didukung sistem teknologi informasi (IT) terintegrasi.

Guna meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan kecepatan proses bongkar muat, KTMT dilayani Container Crane bertenaga listrik dengan kapasitas 45 ton. Sehingga, mampu mengangkat kontainer berukuran 20 feet, 40 feet, hingga 45 feet.

Terminal berkapasitas 600 ribu TEUs ini juga dilengkapi dengan dermaga 500x60 meter, trestle sepanjang 2,8 kilometer (km) untuk empat jalur truk selebar 18,5 meter. Selain itu, terminal juga didukung infrastruktur bongkar muat yang terdiri dari 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Pada tahap awal, terminal yang dikelola PT Prima Multi Terminal, perusahaan patungan antara Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, diproyeksi mampu melayani ekspor hingga 600 kontainer per minggu.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT