09 February 2020, 13:59 WIB

Dampak Korona, Harga Bawang Putih di Sumbar Melonjak


Yose Hendra | Nusantara

PENYEBARAN virus korona yang berasal dari Tiongkok, menyebabkan harga bawang putih di pasar Sumatra Barat naik dua kali lipat. Pasalnya, stok bawang putih selama ini mengandalkan impor dari Tiongkok.

Harga bawang putih terpantau Rp 50 ribu per kilogram (kg), dari yang sebelumnya Rp 28 ribu per kg. Untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga komoditi bawang putih, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat mengambil sejumlah langkah. Salah satunya, melakukan kegiatan panen di Kenagarian Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

Jenis varietas bawang putih yang dipanen kali ini adalah Lumbu Hijau. Pertanian itu dikelola kelompok Wanita Tani (KWT) Legumer di atas lahan seluas 3 hektare. Diketahui, Lumbu Hijau merupakan satu-satunya varietas bawang putih yang cocok ditanam untuk karakter tanah di Sumatra Barat.

"Ini adalah tindak lanjut dari kunjungan kita ke Pasar Raya Padang kemarin, terkait dengan adanya kelangkaan dan kenaikan harga bawang
putih yang biasanya Rp 28 ribu. Sekarang menjadi Rp 50 ribu. Kemungkinan (harga) akan terus meningkat, karena kekurangan pasokan," ujar Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, usai mengikuti kegiatan panen raya.

Baca juga: Mendag Telusuri Penyebab Harga Bawang Putih di Kupang Tinggi

"Apalagi, selama ini pasokan bawang putih juga ada yang dari Tiongkok. Sebagai antisipasi, pemerintah pusat sudah menyetop impor produk horti dari Tiongkok untuk sementara waktu," imbuh Nasrul.

Menurut Nasrul, Pemprov Sumatra Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, untuk meminta tambahan pasokan. Jika terjadi kelangkaan atau kenaikan harga bawang putih, Pemprov Sumatra Barat dipersilahkan mengajukan surat terkait penambahan pasokan.

"Nah, sembari menunggu proses tambahan pasokan, hari ini kita panen bawang putih. Ini salah satu upaya kita menambah pasokan. Untuk bawang putih varietas Lumbu Hijau ini diperkirakan hasil panennya mencapai 4-6 ton untuk satu hektare," jelas Nasrul.

Ke depan, pihaknya juga akan mengembangkan lahan pertanian khusus bawang putih di beberapa daerah potensial, seperti Tanah Datar, Agam, Alahan Panjang dan Solok. Pengembangan lahan ini bertujuan meningkatkan produksi lokal akan komoditi bawang putih.

"Jadi, kita juga berusaha bagaimana produk lokal untuk komoditi bawang putih meningkat. Lahan pertanian bawang putih ini akan kita kembangkan. Ada 127 hektare lahan yang tersedia. Mudah-mudahan dengan adanya pengembangan ini, akan bisa memenuhi kebutuhan bawang putih di Sumatra Barat, sehingga harga dapat turun," tandasnya.(OL-11)

Yose Hendra (YH)

BERITA TERKAIT