09 February 2020, 09:11 WIB

Drama VAR Warnai Kekalahan Juventus dari Hellas Verona


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola

JUVENTUS secara mengejutkan tumbang dari Hellas Verona dengan skor 1-2 saat bermain di Marc'Antonio Bentegodi, Minggu (9/2) dini hari WIB.

Bermain di kandang sendiri membuat semangat tempur Verona meningkat tajam.

I Gialloblu tampil menggebrak pada 10 menit awal sehingga membuat Juventus tidak bisa mengembangkan permainan.

Juventus baru bisa keluar dari tekanan melalui tusukan Diego Costa di menit ke-19. Tendangan kerasnya masih bisa dihalau oleh Marco Silvestri sehingga membentur tiang gawang.

Tuan rumah kembali mengambil-alih pertandingan dan bisa memetik keunggulan di menit ke-22.

Baca juga: Ronaldo Ingin Tampil Lima Tahun Lagi

Sayangnya, sundulan Marash Kumbulla yang memanfaatkan sepakan bebas Miguel Veloso dianulir wasit karena offside usai meninjau VAR.

Striker Crisitiano Ronaldo nyaris membawa Juve unggul ketika sepakan mendatarnya mengenai tiang gawang sebelah kiri.

Skor kacamata pun bertahan sampai turun minum. Di babak kedua, Verona kembali langsung tancap gas.

Eks striker Liverpool, Fabio Borini, nyaris membawa keunggulan bagi Verona usai melepaskan tembakan dari sudut sempit. Namun, tendangannya masih mengarah tepat ke pelukan Szczesny.

Si Nyonya Tua akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui aksi individu Ronaldo yang menuntaskan umpan jauh Rodrigo Bentancur pada menit ke-65.

Sepakan mendatar bintang asal Portugal itu sukses merobek jala gawang Sivestre.

Sebelas menit berselang, giliran Borini memanfaatkan kesalahan pemain lawan untuk melepaskan tendangan keras ke sudut gawang yang tidak mampu dihadang Szczesny.

Skor 1-1 tidak bertahan sampai laga usai. Pasalnya, drama VAR tercipta setelah wasit memberikan tendangan penalti kepada Verona.

Wasit menilai Leonardo Bonucci dengan sengaja menyentuh bola saat melakukan duel udara.

Giampaolo Pazzini yang dipercaya menjadi eksekutor berhasil menuntaskan tugasnya dengan sempurna di menit ke-86.

Pelatih Verona Ivan Juric melihat kemenangan timnya atas Juventus dengan hati dan seakan tidak percaya skuadnya bisa memenangkan laga.

"Kami membutuhkan hati lebih dari apa pun hari ini, karena saya bisa melihat kami tidak setajam atau sekuat biasanya. Itu adalah pembukaan yang sangat bagus, kemudian kami membuang banyak peluang dan membuat kesalahan, tetapi untungnya kami berhasil membalikkannya, ” ujar Juric.

“Saya kadang-kadang tersentuh, saya akui, tetapi tidak malam ini. Saya puas dan senang untuk para pemain," tambahnya.

Sebelumnya, Verona baru mengalahkan Juve hanya sekali sejak April 2000. Verona menang atas Juve 2-1 saat bermain di Bentegodi pada Mei 2016, bersama dengan tiga hasil imbang dan 11 kekalahan.

Verona kini tidak terkalahkan dalam delapan putaran Serie A, setelah menahan Milan dan Lazio pada pekan lalu.

Adapun pelatih Juve, Maurizio Sarri mengakui skuadnya memiliki masalah yang harus diselesaikan karena terus membuang poin di tengah perebutan puncak klasemen dengan Inter Milan.

Masalah kian mengembang, karena Juve sekarang telah kehilangan tiga dari lima pertandingan tandang terakhir Serie A mereka.

“Jelas kami memiliki penampilan dan hasil yang berbeda ketika membandingkan laga kandang dengan pertandingan tandang. Itu adalah pertandingan yang sulit, kami tahu itu akan terjadi dan bahwa Verona akan membuat kami menderita sejak dini," ucap Sarri kepada DAZN.

“Verona layak mendapatkan kredit mutlak, karena mereka agresif dari awal hingga akhir dan kami tahu mereka akan melakukannya," tambahnya.

Dengan hasil ini, Bianconeri menderita kekalahan Serie A ketiga mereka musim ini setelah kalah dari Lazio dan Napoli.

Juve gagal menjauh dari Inter Milan di peringkat kedua klasemen Liga Italia. Jarak di antara kedua tim masih tiga poin.

Namun, Inter memiliki kesempatan untuk menggusur posisi Juve. Jika I Nerrazuri bisa mengalahkan AC Milan pada laga Senin (10/2) dini hari WIB. (footballitalia/OL-1)

BERITA TERKAIT