09 February 2020, 09:00 WIB

Anak Gajah yang Terluka Akibat Jerat di Aceh Timur Mati


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

KEPALA Balai KSDA Aceh Agus Arianto mengatakan anak gajah (Elephas maximus sumatranus) berusia 1,5 tahun bernama Salma mati setelah mendapatkan perawatan intensif di Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, pada Jumat (7/2) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Pada Jumat, 7 Februari 2020, sekitar jam 02.00 dini hari, anak Gajah Salma yang sedang dalam perawatan di CRU Serbajadi Aceh Timur mengalami kematian karena sakit," kata Agus dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (8/2) di Banda Aceh.

Dia menyebut Salma merupakan anak gajah Sumatra yang ditemukan terluka parah di hutan Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, 18 Juni 2019 lalu.

"Gajah Salma merupakan anak gajah Sumatra betina berusia kurang lebih 1,5 thn yang ditemukan terluka parah akibat jerat di hutan Simpang Jernih," sebutnya.

Baca juga: Abrasi Pantai Galesong Membuat Rumah Penduduk Terancam

Dia memaparkan dari hasil nekropsy yang dilakukan drh. Anhar yang menangani pemulihan Salma, diketahui faktor penyebab kematiannya karena komplikasi penyakit yang dialami gajah malang tersebut.

"Salma mengalami gangguan sistem pencernaan, jantung, dan limfa," paparnya.

Diketahui, Salma ditemukan tim evakuasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan Forum Konservasi Leuser (FKL) pada 18 Juni 2019 lalu.

Saat ditemukan kaki kiri depannya nyaris putus akibat masuk jeratan pemburu. Bahkan dia juga terpisah dari kelompoknya dengan kondisi mengenaskan.

Berdasarkan catatan BKSDA Aceh, pada 2019, terdapat 4 gajah terluka akibat jeratan, baik jerat tali nilon dan kawat baja.

Tiga ekor di antaranya ditemukan terluka di Kabupaten Aceh Timur, satu individu lain di Kabupaten Aceh Tengah. (OL-1)

BERITA TERKAIT