09 February 2020, 07:15 WIB

Tiongkok Jemput Warganya di Bali


(Des/Mal/Pra/Ata/Hym/Uca/OL/X-3) | Internasional

AKHIRNYA, pemerintah Tiongkok menjemput puluhan warganya seusai berlibur di Bali. Sebanyak 49 orang dewasa dan 12 anak-anak kemarin kembali ke Tiongkok dengan menumpang pesawat China Eastern.

"Pemulangan 61 warga Tiongkok ini diinisiasi Konjen Tiongkok di Denpasar. Semua penumpang sehat. Sebelumnya, mereka menjalani pemeriksaan suhu tubuh," kata GM PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Herry AY Sikado.

Menurut Konjen Tiongkok di Denpasar, rencana pemulangan 61 warga 'Negeri Tirai Bambu' agar mereka bisa merayakan Cap Go Meh di negara sendiri. Sebelumnya, Rabu (5/2), dari Ngurah Rai juga lepas landas pesawat China Southern tujuan Guangzhou itu mengangkut 127 penumpang.

Di sisi lain, 78 WNI yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess tidak terdeteksi terpapar virus korona. Pelayaran Diamond Princess terpaksa dihentikan setelah 64 penumpangnya terpapar wabah korona.

"Ke-78 WNI dikarantina di Pelabuhan Yokohama selama 14 hari sejak Rabu (5/2). Tidak ada WNI terindikasi virus korona," kata Sekretaris I KBRI Tokyo, Moestika Panca Dewiani, kepada Media Indonesia, kemarin.

Ketua Dewan Pengurus Indonesian Health Economics Association, Hasbullah Thabrany, menilai pemerintah harus memiliki laboratorium dengan tingkat biosafety level 4 (BSL-4) untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cahyo Rahmadi, menambahkan perlunya pengembangan laboratorium berstandar nasional. "Sekarang yang ada BSL-3. Paling tidak kita punya satu laboratorium BSL-4."

Hingga kemarin, korban meninggal akibat virus korona menjadi 717 jiwa. Komisi Kesehatan Hubei juga mengonfirmasi 2.841 kasus baru. Jumlah total orang terinfeksi korona di Tiongkok menjadi 34.002 orang. (Des/Mal/Pra/Ata/Hym/Uca/OL/X-3)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT