08 February 2020, 13:40 WIB

Flix Cinema Tawarkan Pengalaman Menonton Berbeda


mediaindonesia.com | Humaniora

INDUSTRI perfilman Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar dari tahun ke tahun. Kendati sejumlah sektor bisnis mengalami kelesuan, justru jumlah penonton film tidak kena imbas dan bahkan jumlahnya terus meningkat.

Pada 2018, jumlah penonton mencapai 50 juta orang dan mengalami kenaikan 17% jika dibanding periode sama pada tahun sebelumnya atau 2017 yang besarnya 42,7 juta penonton.

Dengan potensi yang masih menjanjikan, Flix Cinema pun terus mengepak sayapnya. Setelah hadir di Mal PIK Avenue, Jakarta dan Grand Galaxy Park, Bekasi, Flix Cinema, memperkenalkan bioskop ketiga sekaligus flagship cinema-nya atau bioskop unggulannya di Mall of Indonesia, Jakarta pada Rabu (5/2).

Mengusung konsep lifestyle cinema, jaringan bioskop di bawah naungan ASRI, anak perusahaan Agung Sedayu Group yang memfokuskan diri pada premium lifestyle brands, ini mengombinasikan inovasi teknologi tinggi, tempat duduk yang super nyaman, serta desain interior stylish.

“Saat ini penonton film lebih cenderung ingin merasakan pengalaman menonton yang berbeda. Artinya, segi kenyamanan tempat duduk, ketersediaan fasilitas, desain interior, hingga inovasi, harus dapat diakomodir oleh sebuah bioskop," ujar David L. Hilman, Chief Operating Officer ASRI di Jakarta, Sabtu (8/2). 

"Untuk itu Flix Cinema hadir di Mall of Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan para pecinta film sebagai part of their lifestyle,” tutur David. 

Sebagai flagship cinema, Flix Cinema di Mall of Indonesia memiliki 10 hall dengan kapasitas tempat duduk hingga 1.574 kursi. Kesepuluh hall tersebut terbagi atas beberapa jenis yaitu silver hall, luxe hall, platinum hall, serta hall baru yang menjadi unggulan, stellar hall. 

Silver hall hadir dengan dua jenis kursi yaitu ergonomic seat dan silver bed, sementara pada luxe hall, selain gliding super soft seat, juga dilengkapi dengan soft blanket. Adapun platinum hall, merupakan premium class dengan luxurious reclining back & leg seats yang dilengkapi dengan fasilitas USB charger dan soft blanket. 

“Di stellar hall, penonton dapat menikmati film dengan bed model, comfort pillow, soft blanket serta dilengkapi dengan mini bar dan all you can drink on site, sehingga penonton bisa merasakan kenyamanan seperti di rumah sendiri,” tutur David.

Selain menawarkan kenyamanan, FlixCinema juga menghadirkan teknologi yang mampu memaksimalkan pengalaman menonton film melalui laser projector.  Teknologi ini memberikan gambaran lebih jernih dan lebih tajam serta immersive sound.  

Pada area cravings, Flix Cinema mengusung konsep ‘self service’ dalam setiap pembelian makanan dan minuman. Konsep self service ini diterapkan untuk melibatkan pengunjung dalam menyiapkan makanan dan minumannya sendiri. 

Harga tiket di FlixCinema bervariasi sesuai jenis hall, yakni antara Rp40 ribu hingga Rp250 ribu. Menyambut pembukaan FLIX Cinema di Mall of Indonesia, sederet promo menarik telah disiapkan, antara lain diskon 50% untuk pembelian tiket semua Hall pada tanggal 8 – 9 Februari 2020.

“Kami berusaha memahami pasar dengan memberikan penawaran program promosi yang menarik untuk penonton,” kata Frans K Arsianto, General Manager Leasing & Marketing Communications ASRI.

Dalam mendukung perfilman nasional, David menambahkan, Flix Cinema juga berkomitmen mendukung perfilman Indonesia. Antara lain dengan mendedikasikan satu layarnya khusus untuk menayangkan film-film karya anak bangsa.

“Memang film-film Hollywood masih menjadi favorit penonton. Tapi saya melihat perkembangan perfilman Indonesia makin bagus. Langkah ini diharapkan dapat mendorong para insan perfilman dalam negeri untuk terus produktif menghasilkan karya-karya berkualitas,”
 kata David.

Sineas Ernest Prakasa  yang hadir pada kesempatan itu mengungkapkan apresiasinya terhadap upaya Flix Cinema itu. 

“Selama ini, kadang, film Indonesia belum lama ditayangkan tapi sudah tidak diputar lagi karena kalah saing dengan film Hollywood yang baru rilis. Upaya Flix Cinema ini tentu memberi peluang yang lebih besar bagi film-film Indonesia,” ungkapnya.  (OL-09) 


 

BERITA TERKAIT