09 February 2020, 06:20 WIB

Kirab Cap Go Meh Meriah di Penjuru Tanah Air


(Ant/I-1) | Humaniora

SETELAH perayaan Tahun Baru Tionghoa atau Tahun Baru Imlek, kini giliran Cap Go Meh yang dirayakan oleh masyarakat keturunan Tionghoa yang tersebar di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

Kemeriahan perayaan Cap Go Meh dirasakan di seluruh penjuru Tanah Air. Atraksi yang disuguhkan tidak hanya seni dan budaya Tionghoa.

Seni dan kebudayaan daerah lain di Indonesia pun berturut dalam perayaan itu. Sebut saja barongsai, liong, dolalak, jatilan, topeng ireng, kuda lumping, dan soreng juga mewarnai perayaan Cap go Meh di Kota Tidar itu.

Perpaduan budaya Nusantara yang damai dan harmonis senantiasa melahirkan kearifan lokal yang unik. Akulturasi budaya Tionghoa dengan masyarakat Nusantara itulah yang menjadikan perayaan Cap Go Meh istimewa.

Kirab budaya itu menarik perhatian masyarakat. Ribuan orang menyaksikan kegiatan tahunan tersebut dari pinggir jalan yang dilalui kirab. Sejumlah warga terlihat memberikan angpau ke barongsai.

Salah satu daerah yang terkenal dengan perayaan Cap Go Meh paling meriah ialah di Singkawang, Kalimantan Barat. Perayaan Festival Cap Go Meh di Singkawang dimeriahkan atraksi tatung dari Australia dan Malaysia.

Tatung merupakan sosok manusia yang menurut beberapa kepercayaan mampu dirasuki roh dewa dalam perayaan Festival Cap Go Meh.

"Pada Festival Cap Go Meh Singkawang tahun ini diikuti sebanyak 847 tatung yang terdiri dari tatung pakai tandu dan tanpa tandu, barongsai, naga, kilin, miniatur, dan sanggar seni budaya lainnya," kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Festival Cap Go Meh Singkawang merupakan perayaan terbesar di Indonesia, bahkan beberapa media menyebutkan sebagai event terbesar di dunia.

"Tentu kami bersyukur dan bangga karena Festival Cap Go Meh Kota Singkawang kembali masuk ke Kalender 100 of Event tahun 2020, yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI," tuturnya.

Salah satu warna yang berbeda ialah adanya keberhasilan Kota Singkawang berupa pencatatan dalam Rekor MURI berupa replika Pagoda tertinggi dengan ukuran tinggi 20,20 meter terdiri atas 8 tingkat dan 2 tingkat terbuka untuk umum sesuai dengan filosofi Cap Go Meh tanggal 8 bulan 2 tahun 2020.

Berbeda dengan perayaan di kota lain, Kelenteng Seng Hong Bio di Buleleng, Bali, merayakan Cap Go Meh secara sederhana. Etnik Tionghoa berdatangan ke kelenteng untuk mengikuti Upacara Ciswak atau upacara penolak bala di sela-sela persembahan Cap Go Meh. (Ant/I-1)

BERITA TERKAIT