09 February 2020, 06:00 WIB

Ada Sentuhan Indonesia di Sekolah Momota


(Akmal Fauzi/R-3) | Olahraga

JUMAT (7/2) siang, Ricky Kristiawan sibuk melempar shuttlecock ke salah satu anak asuhnya di aula Futaba Future School, Fukushima, Jepang. Sesuai dengan instruksi Ricky, bola yang dia lempar kemudian dikembalikan dengan backhand.

Setelahnya, berbagai teknik lain juga diajarkan ke atlet binaannya itu seperti yang sudah dilakukannya sejak kali pertama dia direkrut jadi pelatih di sekolah tersebut sejak 2013.

Ricky memang merupakan salah satu pelatih asal Indonesia yang diminta menangani para calon bintang di Futaba Future School yang pernah jadi tempat belajar pemain tunggal putra peringkat kesatu dunia Kento Momota.

Diungkapkan Ricky, Momota berlatih di sekolah tersebut sejak SMP pada 2007 hingga lulus sekolah menengah atas (SMA). Momota berguru kepada dua pelatih Indonesia, Nunung Wibianto dan Imam Tohari.

"Saya menggantikan Pak Imam. Tapi, saat saya masuk 2013, Momota sudah lulus dan jadi pemain hebat," kata Ricky yang pernah menangani pasangan ganda campuran peringkat keempat dunia Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Futaba Future School, lanjut Ricky, dulunya bernama Tomioka sebelum terjadi gempa bumi dan tsunami pada 2011. Sejak sebelum dua bencana alam itu terjadi, sekolah itu memang selalu mendatangkan pelatih asal Indonesia.

Untuk saat ini, selain Ricky, Futaba Future School juga memiliki pelatih asal Indonesia lainnya, yaitu Antar Kurnia. Dia melatih sejak 2017. Antar menyebut, metode latihan yang diberikan sebenarnya sama seperti ketika dia mengajar di Tanah Air.

"Soal disiplin dan semangat mereka yang mungkin harus dicontoh. Di sini juga tidak ada pemain Jepang yang manja. Itu yang membuat perbedaan," kata Antar yang pernah bergabung bersama klub Jayaraya dan bekerja di Taufik Hidayat Arena.

Pimpinan klub bulu tangkis Futaba, Saito, mengatakan pihak sekolah memang kagum dengan atlet-atlet Indonesia. Mereka banyak belajar dari pebulu tangkis Indonesia karena punya berbagai macam teknik.

"Bulu tangkis Indonesia ideal bagi kami. Sejak 2008, kami mulai latihan di Indonesia. Pebulu tangkis Indonesia punya bakat dan kami ingin mengikuti," jelasnya.

"Seperti Momota, bagi dia, bulu tangkis Indonesia cocok untuknya," tutup Saito. (Akmal Fauzi/R-3)

BERITA TERKAIT