08 February 2020, 22:29 WIB

Tentara Thailand yang Tembak Mati 12 Orang Masih Buron


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEORANG tentara Thailand mengamuk dan menembak mati sedikitnya 10 orang dalam aksi penembakan yang disiarkan langsung, Sabtu (8/2), di Kota Korat di timur laut. Ia masih buron, kata polisi.

"Ada lebih dari 10 orang tewas dan banyak yang terluka," kata juru bicara kepolisian Krissana Pattanacharoen kepada AFP. Pihak berwenang telah menutup sebuah pusat perbelanjaan untuk mengejar tersangka.

Media lokal Thairath mengatakan, 12 orang telah tewas dalam penembakan itu, yang merupakan peristiwa langka di Thailand selain di ujung selatan, tempat gerakan pemberontakan yang sudah berlangsung beberapa dekade.

Pria bersenjata, yang diidentifikasi oleh polisi sebagai Sersan Mayor Jakapanth Thomma, mencuri sebuah kendaraan militer dan juga mengunggah foto dan video dirinya dengan peralatan taktis ketika serangan di Korat dilancarkan.

Thomma mengunggah pesan di laman Facebook-nya sebelum melancarkan aksi "Kematian tidak bisa dihindari untuk semua orang." Dia juga mengunggah gambar yang tampak seperti tangannya memegang senjata.

Pria bersenjata itu juga dilaporkan mengunggah hasil swafoto dirinya di akun Facebook selama serangan itu.

Si tentara melancarkan aksi penembakan di sejumlah lokasi di kota itu, yang berjarak lebih dari 250 km dari Bangkok, kata Phathanacharoen kepada wartawan.

Video dan foto yang beredar daring menunjukkan adegan panik. Orang-orang mengambil langkah seribu untuk menyelamatkan diri di tengah suara tembakan otomatis memenuhi udara.

Menurut unggahan media sosial, pelaku juga melepaskan tembakan di dalam pusat perbelanjaan, Terminal 21 Korat.

Polisi di provinsi tersebut mengatakan mereka telah menutup mal tetapi belum menangkap pria bersenjata.

Media lokal menunjukkan rekaman tentara keluar dari mobil di depan pusat perbelanjaan dan menembakkan serangkaian tembakan, membuat orang berlari. Suara tembakan dapat terdengar di video.

Satu video menunjukkan seorang pria dalam kondisi berlumuran darah di setir mobil. Tidak jelas apakah dia termasuk yang tewas.

Seorang perempuan yang diwawancarai oleh saluran televisi Thailand, One, mengatakan dia mendengar suara tembakan ketika dia berada di pusat perbelanjaan dan bersembunyi di sebuah toko pakaian dengan sejumlah orang sebelum melarikan diri.

Pelaku penembakan awalnya pergi ke sebuah rumah di kota itu dan menembak mati dua orang, sebelum pergi ke toko senjata di pangkalan militer dan mengambil senjata baru, kata polisi setempat.

Dia juga menembaki orang-orang di pangkalan militer, mereka menambahkan.

Panglima Angkatan Darat Thailand, Apirat Kongsompong, mengeluarkan perintah bagi komandan tentara setempat untuk bergegas ke tempat kejadian dan melakukan penyelidikan.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha menyatakan belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas, kata seorang juru bicara pemerintah. (AFP/CNA/OL-4)

BERITA TERKAIT