08 February 2020, 19:25 WIB

Said Aqil Tegaskan soal Hubungan Agama dan Negara sudah Tuntas


Anggitondi Martaon | Politik dan Hukum

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengingatkan pentingnya harmonisasi antara agama dan negara. Jika tidak, berpotensi mengalami perpecahan.

Dia mencontohkan kondisi negara di Timur Tengah yang selalu dilanda konflik. Sebab, mereka dianggap belum mampu mengharmonisasikan agama dengan negara.

"Mengapa di Timur Tengah selalu pecah karena belum selesai. Belum tuntas hubungan agama dan negara," kata Said Aqil dalam Simposium Nasional Islam Nusantara di Gedung PBNU di Jalan Kramat, Jakarta, Sabtu (8/2).

Baca juga: Said Aqil Nilai Indonesia Laik Jadi Kiblat Peradaban Islam

Menurutnya, Indonesia sudah selesai dengan perdebatan hubungan negara dengan agama. Hal itu terkandung dalam Islam Nusantara. "Hubungan negara dan agama bagi Hasyim Asy'ari selesai. Diamini oleh para pendiri Muhammadiyah, Al Irsyad, dan Al Wasliyah. Tidak bisa dipisahkan antara agama yang sakral dari langit dan budaya kreativitas manusia, nasionalisme. Selesai, tidak perlu bicara hubungan agama dan negara," ungkap dia.

Baca juga: Soal Terowongan Silaturahmi, Said Aqil: Apa Harus Begitu?

Said Aqil menekankan bahwa Islam Nusantara mampu membawa perdamaian. Sebab, mengharmoniskan hubungan dengan tuhan dengan manusia.

"Islam nusantara adalah Islam yang harmonis antara akidah dan syariah, antara ilahiah dan insani," ujar dia. (X-15)
 

BERITA TERKAIT