08 February 2020, 15:45 WIB

Pesawat Tiongkok Disemprot Desinfektan Sebelum Penumpang Masuk


Arnoldus Dhae | Nusantara

PROSEDUR pemulangan 61 turis asal Kota Wuhan Provinsi Hubei sangat ketat. Kepala Otoritas Bandara Ngurah Rai Elfi Amir menjelaskan, seluruh protap pemulangan dilaksanakan secara ketat. 

Pesawat menempati parkir sisi selatan bandara atau di areal privat jet yang sudah dikosongkan. "Seluruh kru pesawat yang berjumlah 16 orang, termasuk 4 dokter asal Tiongkok. Sejak mereka mendarat, seluruh kru tidak turun dari pesawat. Mereka tetap berada dalam pesawat hingga pulang. Kami juga memantau jika seluruh kru termasuk pilot terus memakai alat pelindung diri. Pakaiannya seperti pilot saja. Ini memang protap," ujarnya di Denpasar, Sabtu (8/2).

Pesawat tetap di area karantina dan seluruh kru tidak boleh turun. Kemudian para penumpang asal Wuhan yang berjumlah 61 orang menempati area isolasi. Mereka dicek di Imigrasi seperti biasa. Setelah dicek, semua penumpang wajib melakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas yang sudah disiapkan KKP Kelas 1 Denpasar. Dan hasil pemeriksaan membuktikan bahwa semuanya normal.

Kepala Kantor Kesehatan dan Pelabuhan Kelas 1 Denpasar Lucky Tjahyanto menjelaskan, usai pemeriksaan kesehatan di KKP, para penumpang dipersilahkan menaiki pesawat di sisi selatan di areal privat jet. 

Belum cukup, hingga di tangga pesawat, para penumpang diperiksa lagi oleh dokter asal Tiongkok yang merupakan kru pesawat. "Penumpang kembali diperiksa sebelum naik pesawat. Kru sudah menyiapkan peralatan lengkap. Untungnya, hasil pemeriksaan sama sehingga semuanya lolos. Karena kita juga menggunakan protap yang sama. Kita pakai alat cahaya laser, thermal scanner. Semuanya dinyatakan negatif," ujarnya. Protap lainnya adalah seluruh bagian dalam pesawat disemprot cairan desinfektan untuk memastikan bahwa virus itu sudah dibersihkan. (OL-12)

BERITA TERKAIT