08 February 2020, 15:30 WIB

Penjualan Masker di Kota Baturaja Melonjak


Retno Hemawati | Nusantara

PENJUALAN masker di sejumlah apotik di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan meningkat drastis sejak maraknya berita tentang penyebaran virus korona.

"Meningkatkan cukup drastis mencapai tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya," kata Kiki seorang karyawan salah satu apotik di Kota Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sabtu (8/2).

Menurut dia, sebelum penyebaran virus korona marak diberitakan di media sosial, cetak maupun online penjualan masker setiap harinya hanya 1-2 set atau sekitar 10 buah yang laku terjual. "Namun, sejak beberapa hari terakhir penjualan masker meningkat mencapai hingga 15 set per hari," katanya.

Hal senada dikatakan Novita karyawan toko waralaba di Baturaja menambahkan sejauh ini masker yang paling diminati pembeli yaitu jenis masker medis bertali karena harganya relatif murah. "Harga masker medis ini murah hanya sekitar Rp25.000 per set. Terkait harga masker masih relatif normal dan persediaannya juga cukup banyak," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Andi Prapto sebelumnya menegaskan bahwa sejauh ini kabupaten setempat aman dari penyebaran virus korona.

"Sejauh ini OKU aman dari virus korona sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir," tegasnya.

Menurut dia, Kabupaten OKU tidak termasuk daerah rawan penyebaran virus corona karena tidak memiliki akses langsung dengan transit seperti Bandara dan Pelabuhan.

Sebab, kata dia, daerah yang memiliki Bandara dan Pelabuhan tersebut biasanya memiliki tingkat risiko penyebaran virus corona lebih tinggi.

"Seperti Kota Palembang dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Namun, saat ini pemerintah sudah melakukan antisipasi, seperti pemasangan alat-alat termasuk ruang isolasi di Bandara dan Pelabuhan," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tetap mengimbau masyarakat Kabupaten OKU agar berprilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan sebelum makan dan mengkonsumsi makanan yang sudah masak.

"Masyarakat harus membiasakan diri agar hidup bersih dan sehat serta jangan mengkonsumsi makanan yang belum matang khususnya daging," tegasnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut juga, lanjut dia, pihaknya akan menyurati seluruh pemerintah kecamatan di wilayah setempat agar segera melapor jika ada masyarakat yang terindikasi tertular virus tersebut.

"Apalagi jika ada warganya yang berpergian ke luar negeri khusunya ke Cina agar segera melapor," ujarnya. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT