08 February 2020, 23:35 WIB

Tidak Perlu Khawatir Membiarkan Anak Makan Sendiri


Raka Lestari | Humaniora

BIASANYA bayi atau balita hanya akan mengacak-acak makanannya jika mereka makan sendiri. Dan tentunya, makanan yang berantakan tersebut merupakan salah satu tantangan bagi para orang tua.
 
Seperti dilansir romper, orang tua sebaiknya membiarkan anak makan sendiri meskipun makanan tersebut pada akhirnya akan berantakan atau berserakan.
 
Membiarkan anak untuk makan sendiri dapat membantu mereka untuk mengetahui berbagai jenis makanan, bahkan meningkatkan kemampuan kosakata mereka. “Anak-anak yang diperbolehkan makan dengan tangannya sendiri lebih mungkin untuk memakan makanannya,” ujar psikolog Stephanie Kinnare Ph.D.

Pada umumnya ini terjadi karena makanan menjadi lebih familiar bagi anak-anak jika diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan. Itu berarti ada lebih banyak makanan yang masuk ke dalam tubuh mereka. "Namun tidak perlu khawatir jika anak justru hanya memainkan makanan mereka karena mereka masih butuh penyesuaian,” kata Kinnare.
 
Dengan makan menggunakan tangan mereka sendiri, itu juga merupakan cara mereka untuk memeriksa dan mempelajari hal-hal yang ada di lingkungan mereka. Bayi dan balita menggunakan sentuhan untuk mengukur keamanan makanan.
 
“Ketika anak belajar menyentuh dan merasakan makanan, sentuhan ini mengirimkan sinyal ke otak bahwa makanan ini basah, kering, lengket, atau lembek,” jelas spesialis makanan dan terapis okupasi Judy Delaware OTR/L, CLC.
 
Ia menambahkan, dahulu kita belajar melalui indra perasa apa yang kita anggap aman atau tidak. Ketika kita membiarkan anak-anak mengeksplorasi makanan melalui tangan, lengan, wajah, mereka akan belajar menentukan makanan mana yang nyaman bagi mereka.
 
Bermain-main dengan makanan dan membuat berantakan merupakan bagian penting dari perkembangan. "Dalam jangka pendek, memang hal itu menjadi masalah bagi orang tua karena harus membereskan makanan. Akan tetapi, dalam jangka panjang hal itu dapat meningkatkan keterampilan makan anak Anda,” terangnya.
 
Kinnare juga menambahkan bahwa terdapat sebuah studi yang menemukan bahwa makanan yang berserakan ketika anak sedang belajar makan sendiri dapat meningkatkan kemampuan bahasa pada balita.  (Medcom/OL-14)

BERITA TERKAIT