08 February 2020, 07:17 WIB

Lokasi Kebakaran di Tolitoli Mendadak Jadi Tempat Wisata


Mitha Meinansi | Nusantara

PERISTIWA kebakaran yang terjadi pada Minggu (2/2) malam, sekitar pukul 23.00 hingga Senin (3/2) dini hari sekitar pukul 03.15 Wita, di Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, menyebabkan 400 kepala keluarga (KK) atau sedikitnya 1.500 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 385 rumah warga hangus
terbakar.

Dari ratusan rumah yang rata dengan tanah itu, terdapat dua rumah warga yang selamat dalam musibah kebakaran tersebut. Meskipun kobaran api menyala dan melahap rumah-rumah yang kebanyakan terbuat dari kayu selama empat jam berlangsung.

Padahal kedua rumah panggung itu juga terbuat dari kayu dan dinding tripleks yang sangat mudah terbakar. Namun, api seakan enggan menghampiri kedua rumah itu. Nyala api terkesan hanya menyapa pada beberapa bagian luar rumah panggung berwarna biru dan pink itu. Pemilik rumah masing-masing bernama Mulyono yang akrab dengan sapaan
Mulo, warga empang yang berprofesi sebagai nelayan, dan Adam Jumadil, lelaki tua berusia 67 tahun.

Kepada Media Indonesia, Mulo mengurai kisah mengharukan. Menurutnya, saat musibah itu terjadi, ia baru saja kembali dari mencari ikan di laut. Malam itu, Mulo yang baru usai melaut , menepikan dan menambatkan perahunya di tepi pelabuhan Dede, Tolitoli. Bersama ikan hasil pancingan dan menenteng barang bawaannya, Mulo bergegas hendak menuju rumahnya.

Saat Mulo pulang menuju ke rumahnya, bertemu warga berhamburan keluar dan berteriak kebakaran.

"Ada yang berteriak rumah saya terbakar. Saya panik dan tinggalkan semua bawaan. Yang pertama saya cari adalah anak-anak dan istri saya," kata Mulo mengawali cerita, Jumat (7/2).

Ternyata sampai di depan rumah, rumahnya masih utuh dan tidak terbakar sama sekali. Sementara sekelilingnya, rumah-rumah tetangga dilalap api. Ia langsung sujud syukur di tanah depan rumahnya. Ia kemudian bergegas masuk ke rumahnya dan langsung menyelamatkan barang-barang. Dinding triplek langsung dibongkar. Kemudian pilar dan atap terbuat dari seng langsung ia siram dengan air.

Serupa dengan Mulo, rumah Adam Jumadil yang berada dibelakang rumah Mulo juga selamat dalam kebakaran itu. Rumahnya berukuran mungil, hanya sekitar 5x 6 meter persegi.

Sehari pascakebakaran, rumor rumah yang tidak terbakar mulai merebak, bahkan menjadi viral di media sosial. Ada kabar yang menyebutkan si pemilik rumah memiliki amalan khusus dan ilmu kajian keagamaan yang tinggi. Karena itu banyak orang yang penasaran. Rumah Mulo dan Adam mendadak jadi objek wisata. Warga dari berbagai
penjuru kota Tolitoli berdatangan di lokasi kebakaran. Ada yang hanya sekedar mampir untuk melihat, ada pula yang berfoto-foto.

baca juga: Gencar Promosi di Timteng

Tidak hanya itu, orang-orang yang berdatangan untuk menyaksikan langsung lokasi kebakaran, menyesaki dua tempat itu. Mereka berseragam PNS, aparat keamanan, politisi dengan atribut kepartaian, dan mengenakan setelan jas, menyaksikan sisa puing-puing kebakaran dari rumah Mulo. Tak pelak, kondisi ini membuat jalan gang menyempit, sesak. Kondisi itu pun sempat membuat gang semakin sempit. Sementara Mulo dan Adam mengaku tidak mengetahui apa sebab kedua rumah tidak terbakar. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT