08 February 2020, 07:20 WIB

Momentum Pers Melawan Hoaks


Denny Susanto | Humaniora

PERS dituntut menyajikan informasi kredibel dan bermanfaat sebagai upaya untuk menangkal berita bohong atau hoaks. Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat yang biasa disapa Rerie dalam menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2020.

Tahun ini peringatan HPN dipusatkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Rangkaian peringatannya digelar 7-9 Februari 2020. ''Jurnalisme juga dituntut untuk menyajikan informasi dan komunikasi yang kredibel, bermanfaat, dan berkualitas di tengah perkembangan teknologi yang menghadirkan informasi cepat antara lain melalui media sosial,'' ujar Rerie dalam keterangan tertulis, kemarin

Politikus NasDem itu mengungkapkan media sosial kerap digunakan untuk menyebarkan hoaks. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan 1.731 hoaks terjadi pada Agustus 2018 hingga April 2019. ''Bahkan ada kecenderungan hoaks mengarah ke politik identitas yang bisa berujung pada perpecahan bangsa.''

Karena itu, kata Rerie, pers wajib menghasilkan karya jurnalistik yang layak digunakan untuk memverifikasi berita yang beredar di masyarakat. Pers harus mengambil peran sebagai perekat dan pemersatu bangsa. "Lewat berita-berita yang akurat, kredibel, dan menyajikan sudut pandang yang mendorong persatuan,'' tuturnya.

Rerie juga menyatakan keprihatinannya atas kekerasan terhadap wartawan yang masih terjadi dan jarang berakhir di pengadilan. Tahun lalu, setidaknya ada 53 kasus kekerasan yang menimpa jurnalis hingga Desember 2019.

Rerie pun meminta pemerintah menjamin kebebasan pers sehingga kasus serupa tidak terulang. "Penegakan hukum wajib dituntaskan sehingga ada efek jera," tandasnya.

Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh, menekankan media harus mampu menjadi pendingin sewaktu atmosfer sosial-politik memanas dan penghangat agar tidak terjadi kebekuan informasi. ''Karena itu, aliran informasi berjalan lancar. Namun, kalau hangatnya kebablasan akan lepas kendali, akan terjadi kaos, suasana tidak terkendalikan,'' ucapnya dalam seminar Hari Pers Nasional 2020 bertajuk Media Berkualitas untuk Pilkada Damai di Banjarmasin, kemarin.

 

Terbaik

Media Indonesia berhasil meraih penghargaan gold untuk desain dari Indonesia Print Media Awards (IPMA) untuk kategori Surat Kabar Nasional Terbaik 2020. Penghargaan diberikan dalam ajang Awarding Night SPS ke-11 di Hotel Mercure Banjarmasin, tadi malam.

Penghargaan diterima  Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong. Selain Media Indonesia, pemenang penghargaan IPMA 2020 lainnya di antaranya Koran Sindo, Kompas, dan Bisnis Indonesia.

MI/Denny Susanto

Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong (kanan) menerima penghargaan tersebut dalam ajang Awarding Night SPS Ke-11 di Hotel Mercure Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kemarin.

 

Usman Kansong mengaku bangga dengan penghargaan itu. ''Penghargaan ini merupakan hasil kreativitas dan kerja keras tim artistik Media Indonesia,'' ujarnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Ahmad Jauhar dalam sambutannya mengatakan, saat ini media cetak terkena destruksi dan masyarakat beralih dari media konvensional ke daring dan media sosial. "Namun, kita tidak boleh menjadi pesimistis. Justru media mainstream bisa menjadi penantang terhadap berita hoaks.'' (X-8)

BERITA TERKAIT