08 February 2020, 07:00 WIB

Gencar Promosi di Timteng


Akhmad Safuan | Nusantara

MESKIPUN penyebaran virus korona belum berpengaruh banyak terhadap kepariwisataan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengantisipasi penurunan jumlah wisatawan asal Tiongkok dengan lebih gencar promosi ke negara lain.

Promosi ke negara lain dilakukan agar provinsi itu tetap dapat memenuhi target jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 850 ribu orang pada tahun ini. Negara-negara yang menjadi incaran untuk promosi pariwisata Jawa Tengah (Jateng) antara lain negara-negara Timur Tengah.

Menurut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng, Sinoeng Noegroho Rahmadi, wisatawan dari negara-negara di Timur Tengah pada 2019 memiliki kontribusi 0,3% dari 691 ribu wisatawan mancanegara yang masuk ke Jateng. Ia berharap dengan gencarnya promosi akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan dari negara-negara non-Tiongkok.

"Saat ini kami mulai menggarap promosi wisata di Uni Emirat Arab dan Turki," ujar-nya, kemarin.

Berdasarkan data Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng, jumlah wi-satawan asal Tiongkok yang datang ke provinsi itu mencapai 35 ribu orang. Merebaknya virus korona dikhawatirkan memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan asal 'Negeri Tirai Bambu' tersebut.

"Virus korona ini berpotensi menurunkan angka kunjungan wisman dari Tiongkok," lanjut Sinoeng. Karena itu, ia juga berharap virus korona dapat ditangani maksimal agar enam bulan mendatang iklim pariwisata di Jateng tetap tinggi.

 

Sinergi Joglosemar

Dalam pengembangan pemasaran pariwisata, Kota Yogyakarta menyinergikan promosi wisata dengan kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang). Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan kawasan Joglosemar menjadi salah satu destinasi prioritas untuk pengembangan wisata.

Menurutnya, sebagai salah satu bentuk sinergi pemasaran pariwisata kawasan Jog-losemar, pada Senin (10/2) mendatang, akan digelar Jogjavaganza 2020 Famtrip yang akan dihadiri 110 biro perjalanan wisata. Ia memastikan perintah daerah akan memberikan dukungan, salah satunya dengan bersinergi.

Dalam Jogjavaganza, kata Maryustion, biro perjalanan wisata akan dikenalkan dengan potensi destinasi wisata di tiga kota yang dapat dijual kepada wisatawan. Salah satu keunggulannya ialah jalur darat koneksi tiga kota itu yang bagus sehingga dapat menjadi satu paket wisata.

"Sinergi ini akan menarik wisatawan. Jika dikembangkan, itu akan menguntungkan pariwisata di tiga kota, Joglosemar," ujarnya.

Di sisi lain, Pemprov Jawa Barat bertekad menjadikan pariwisata sebagai unggulan dalam pertumbuhan ekonomi. Berbagai pembangunan terkait sektor itu mulai dilakukan, antara lain pembukaan akses, lokasi wisata baru, hingga revitalisasi BUMD.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) mengatakan pihaknya menjadikan pariwisata sebagai satu dari sembilan prioritas pembangunan. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, lanjutnya, sektor ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan. "Perlu pengembangan, yakni perbaikan akses, penyempurnaan destinasi, dan membuat kawasan ekonomi khusus," katanya di Bandung.

Ia menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki kawas-an ekonomi khusus dengan area yang luas dalam lima tahun ke depan. (AU/BY/LD/RK/N-1)

BERITA TERKAIT