08 February 2020, 05:40 WIB

Edukasi Lingkungan di Toko Bebas Kemasan


(Uca/M-1) | Humaniora

SETAHUN terakhir, toko kelontong tanpa kemasan dengan sistem curah atau yang dikenal dengan bulk store hadir di Indonesia. Di toko itu pun masyarakat tidak sekadar berbelanja, tetapi juga terinspirasi untuk lebih peduli lingkungan.

Ini pula yang terasa saat mengunjungi Nake Inc. Ketika dibuka pada April 2019 lalu, Naked Inc menjajakan ragam varian kebutuhan sehari-hari yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan dengan total mencapai 650 produk.

Bukan hanya berbagai varian beras, sorgum, hingga berbagai buah dan jamu siap minum serta berbagai produk pembersih dijajakan di gerai yang terletak di COMO Park Kemang, Jakarta Selatan itu. Ada juga berbagai perangkat makan dan mandi yang terbuat dari bahan alami.

"Kita di sini untuk membantu kamu mencoba mengubah gaya hidup menjadi zero waste living," terang Pemilik Naked Inc, Kiana Lee, saat ditemui Media Indonesia pada Rabu (22/1). Dengan misi mengubah gaya hidup itulah Naked Inc berupaya menyediakan produk selengkap mungkin.

Untuk penghitungan harga, Kiana menjelaskan, produk yang dibeli akan dihitung berdasarkan gramasi--kecuali produk-produk yang memang dijual secara satuan atau dalam bentuk batangan. Dengan begitu, cara ini bukan saja minim limbah, melainkan juga ia mengajak orang untuk membeli sesuai kebutuhan.

Dengan didominasi produk-produk berbasis nabati, Kiana menjelaskan sebagian besar produk di Naked Inc diperolehnya dari produsen lokal--hanya produk-produk yang memang tidak ada di Tanah Air yang baru diimpor, seperti kacang almon, cranberry, atau blueberry. Kiana menyebut produk-produknya diperoleh dari distributor maupun rekan komunitas organik yang dibelinya dalam jumlah besar. Adapun sabun cuci pakaian, sabun cuci piring, serta pakan dan sabun mandi anjing, diproduksi sendiri oleh Naked Inc--yang membuatnya spesial dari toko berkonsep bulk store lainnya.

"Komunitas organik dan mereka juga banyak produsen yang memang menyediakan produk-produk ini semua, dan mereka juga sebenarnya nyari tempat untuk menjual barang-barang mereka," ungkap Kiana.

Tak hanya mengedukasi masyarakat lewat sistem berbelanja di tokonya, Naked Inc disebut Kiana, juga kerap mengadakan beragam workshop yang berupaya mengedukasi gaya hidup ramah lingkungan dan sehat bagi publik. Di antaranya workshop pembuatan sabun, lilin, hingga makanan sehat gluten free dan raw cooking. Kiana menuturkan workshop-workshop itu diadakan hampir setiap akhir pekan dan ke depannya akan menginisiasi lebih banyak workshop lagi, seperti pembuatan sabun cuci pakaian, cara mengompos, hingga sustainable fashion.

"Tidak mengajarkan bahan kimia, jadi bikin sabun yang secara natural mungkin. Kedua, dengan kita menggunakan sabun sampo yang kita buat sendiri, kita akan mengurangi kemasan," terang Kiana.

"Jadi, hal-hal seperti itu yang memang sebenarnya bisa loh lakukan ini di rumah. Dengan kalian melakukan ini, pasti akan memberikan dampak ke lingkungan. Walaupun mungkin enggak banyak, at least dengan kamu melakukan seperti ini, ya soon orang lain akan ikut dan berarti semakin banyak yang melakukan hal ini akan memberikan dampak baik bagi lingkungan," sambungnya.

Penitipan sampah

Selain itu, Naked Inc ke depannya juga berencana untuk ikut dalam bazar-bazar agar semakin banyak masyarakat yang melek soal gaya hidup minim limbah lewat berbelanja secara bulk store tanpa kemasan seperti di tokonya. Dengan melengkapi gaya hidup ramah lingkungan, disediakan pula kotak penitipan sampah kemasan dan sampah elektronik atau e-waste di halaman depan Naked Inc. Kiana menyebut Naked Inc juga telah menjajakan produknya secara daring di e-commerce dan masih mempertimbangkan lokasi lebih lanjut untuk membuka gerai keduanya.

Ia mengaku mendapat ide untuk mendirikan gerai Naked Inc berkaca dari kekhawatirannya akan dampak sampah dan limbah plastik yang kian nyata dan telah menyusup ke lingkup kecil sekalipun, seperti yang ia ceritakan saat sempat berkunjung ke pedalaman hutan Kalimantan. "Ternyata masalah sampah ini benar-benar serius, akhirnya itulah pulang dari Kalimantan, terus sampai ke Jakarta langsung berpikir kayaknya saya harus mulai deh buka toko, at least saya buat sesuatu yang kecil. Mungkin dengan saya membuka toko kecil ini orang akan datang, mereka akan terbiasa, memulailah kehidupan zero waste, dan mereka bisa melakukan perubahan kecil," pungkas Kiana.

Toko berkonsep bulk store lainnya, yakni The Bulkstore & Co yang buka pada Mei 2019 lalu, juga menawarkan beragam kebutuhan sehari-sehari tanpa kemasan dengan sistem curah yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan dengan opsi minim limbah, organik, dan lokal. Dari bahan baku pangan, rempah dan herbal, perawatan tubuh dan rumah, hingga barang-barang alternatif lainnya penunjang gaya hidup ramah lingkungan ditawarkan di The Bulkstore & Co.

"Jadi, sebenarnya kita untuk mengambil peran aksi langsung untuk ngurangin kemasan plastik sekali pakai," ungkap Rinda kepada Media Indonesia, Selasa (21/1).

Rinda menyebut 80% produknya merupakan produk lokal dan akan terus berupaya mencari opsi-opsi lokal lainnya sebagai substitusi dari produk impor. The Bulkstore & Co yang telah membuka dua gerainya di Menteng dan Kemang, itu, juga menawarkan ekstrak makanan padat gizi (superfood) berbentuk bubuk, seperti kale, spirulina, carob, hingga kelor. Menurut Rinda, produk-produk itu memberikan autentikasi produk The Bulkstore & Co dengan bulk store lainnya yang mulai menjamur di sejumlah wilayah.

Lebih lanjut, The Bulkstore & Co juga termasuk gerai bulk store yang aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat meyangkut gaya hidup ramah lingkungan melalui workshop-workshop yang diadakannya, misalnya, workshop pembuatan jamu dan sabun natural. Akun media sosial Instagram The Bulkstore & Co juga kerap membagikan informasi-informasi mengenai fakta-fakta tentang sustainability hingga beragam resep minuman dan makanan sehat. Rinda menyebut ke depannya The Bulkstore & Co juga akan mengadakan workshop-workshop lainnya mengenai menu makanan sehat seperti roti bebas gluten yang dapat dibuat sendiri di rumah.

"Sebenarnya, apa yang kita konsumsi baik untuk tubuh kita itu adalah perhatian kita untuk menjaga alamnya dan bahkan limbahnya karena dari konsumsi limbah itu pasti ada. Nah, gimana caranya limbah kita itu masih ramah terhadap lingkungan, bisa kita pelajari juga dari workshop-workshop seperti ini," pungkas Rinda. (Uca/M-1)

BERITA TERKAIT