08 February 2020, 04:45 WIB

Kemenkes Terjunkan Tim


Atalya Puspa | Humaniora

SAAT ini kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) hanya terjadi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski begitu, Kementerian Kesehatan meminta sejumlah daerah untuk mewaspadai DBD karena adanya peningkatan kasus.

"Kabupaten yang tinggi kasusnya, yakni Kabupaten Ciamis, Temanggung, Lampung Tengah, Sikka, dan Belitung," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Hingga Kamis (6/2), Kemenkes mencatat ada 2.696 kasus DBD di seluruh Indonesia, dengan jumlah kematian sebanyak 21 orang. Angka itu menurun jauh jika dibandingkan dengan periode sama 2019 yang mencapai 137.183 kasus dan menewaskan 911 orang.

Untuk menekan angka DBD di daerah, kata Nadia, Kemenkes telah menurunkan tim untuk melakukan intervensi pencegahan DBD.

"Kita bersama provinsi dengan kasus DBD tinggi turun bersama dan melakukan intervensi bersama, mendukung logistik sepertu mesin fogging, larvasida minimal 1 ton, serta cairan insektisida lain, penyediaan rapid diagnostic test (RDT)," jelasnya.

Kemenkes juga mengadvokasi bupati atau wali kota untuk melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus secara rutin dan mengaktifkan kelompok pekerja (pokja) DBD di kabupaten/kota. "Kami juga memastikan rumah sakit punya stok untuk cairan infus dan stok bahan habis pakai (BHP) lainnya," tandas Nadia.

Hingga kemarin, jumlah kasus DBD di Sikka terus meningkat. Dinas Kesehatan NTT pada Jumat (7/2) petang, mencatat ada 1.096 pasien DBD, dengan korban meninggal dunia 13 orang. Padahal, pada siang harinya, jumlah korban DBD di daerah itu masih 903 jiwa dengan korban meninggal 12 orang.

"Banyaknya korban jiwa lantaran korban DBD yang tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi gawat atau dengue shock syndrome (DSS)," ungkap Kadis Kesehatan NTT Dokter Dominikus Minggu Mere.

Dominikus mengatakan, DBD adalah penyakit berbasis lingkungan. Dari hasil peninjauan lapangan, dinkes menemukan saluran drainase yang tersumbat dan bak penampung air yang bagian atasnya tidak ditutup akhirnya jadi sarang nyamuk.

Di Jawa Tengah, upaya pemberantasan DBD turut digencarkan PT Semen Gresik melalui Progam SG Sehat. Perusahaan melakukan pemantauan jentik berkala di rumah warga hingga pembagian 250 kilogram bubuk abate gratis.

Diapresiasi

Guru Besar Departemen Penyakit Dalam FKUI Ari Fahrial Syam memuji kesigapan pemerintah dalam mencegah DBD hingga kasusnya turun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Itu juga didukung dengan semakin membaiknya kesadaran masyarakat.

"Kalau dulu ada kasus, hanya langsung dilakukan penyemprotan. Kalau sekarang ada yang mengevaluasi. Ada sarang nyamuk atau tidak. Kemampuan pemerintah makin baik, kesadaran masyarakat juga tinggi," imbuhnya. (PO/HT/H-2)

BERITA TERKAIT