07 February 2020, 22:25 WIB

Museum Negeri Sumut akan Direnovasi Demi Pengunjung Milenial


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara akan merenovasi Museum Negeri Sumut pada tahun ini untuk meningkatkan animo pengunjung, khususnya dari kalangan generasi muda, dan menjadi magnet wisatawan yang baru di daerahnya.

Sejak diresmikan pertama kali tahun 1982, museum yang kini menyimpan sekitar 7.000 koleksi ini belum pernah direnovasi secara total. Padahal, museum yang berdiri di atas lahan seluas 10.468 meter persegi tersebut diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman sehingga menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

"Sudah banyak museum yang memasukkan konsep digital di dalamnya. Kondisi seperti ini lah yang sesuai dengan keinginan anak-anak kita yang serba digital. Mereka tidak akan tertarik untuk datang ke sini (museum), karena masih menggunakan pola lama. Atas dasar itulah kenapa kita ingin merenovasi total Museum Negeri Sumatra Utara ini," tutur Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Jumat (7/2).

Musa Rajekshah atau Ijeck menjelaskan, renovasi dilakukan agar fasilitas Museum Negeri Sumut mengikuti perkembangan zaman. Tujuannya agar edukasi tentang sejarah bisa sampai ke anak-anak, terutama anak anak yang sedang sekolah.

Dia juga ingin agar para pengunjung dari luar Sumut hingga mancanegara semakin banyak yang berminat untuk datang ke museum ini.

Terpisah, sejarawan asal Sumut Phil Ichwan Azhari mengapresiasi rencana renovasi museum tersebut. Namun menurutnya sebaiknya renovasi juga diarahkan untuk menyiapkan ruangan konservasi standar yang dia nilai belum ada saat ini.

"Banyak koleksi museum seperti pustaha (manuskrip kuno) Batak yang berjumlah sekitar 250 manuskrip terancam musnah. Manuskrip ini juga mengalami kerusakan karena tidak memiliki ruangan penyimpan yang cocok dengan pengaturan suhu yang sesuai untuk kertas kuno. Juga manuskrip Islam cukup banyak yang tidak tertangani karena ketiadaan ruangan. Banyak juga arca termasuk prasasti yang ditempatkan tidak pada tempat yang layak," ujar Ichwan.

Selain soal renovasi, menurut Ichwan jumlah koleksi museum juga perlu terus ditambah. Apalagi Sumut memiliki banyak warisan sejarah dan budaya.

"Koleksi barang-barang Sumut yang monumental yang sangat penting belum ada di museum ini. Warisan sejarah pers, sejarah intelektual berupa buku hasil pemikiran cendekiawan Sumut, koleksi uang kuno, benda prasejarah, emas kuno, arca perunggu abad 7 sampai 18, ribuan manik-manik kuno nyaris tidak dimiliki museum ini," tambahnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT