07 February 2020, 22:01 WIB

Periksa Riezky, KPK: Kami Ingin Tahu Duduk Perkara PAW


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menggali keterangan Anggota DPR Fraksi PDIP Riezky Aprilia mengenai proses pergantian antarwaktu (PAW) Nazarudin Kiemas.

Kesaksiannya untuk melengkapi empat tersangka kasus suap PAW yang menjerat empat tersangka termasuk rekan separtai Riezky, Harun Masiku.

"Pemeriksaan Bu Aprilia ini pemenuhan unsur-unsur dalam pasal yang disangkakan terhadap empat tersangka. Kemudian bagaimana mekanisme dia sebagai caleg waktu itu yang kemudian ada perolehan suara dan lain-lain karena memang kita tahu perkara ini PAW terkait perolehan suara sampai fatwa MA," papar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (7/2).

Menurut dia, keterangan Riezky untuk menggambarkan proses pencalonan anggota DPR PDIP daerah pemilihan Sumatra Selatan I hingga penetapan PAW oleh KPU. Duduk perkara suap empat tersangka termasuk eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan politisi PDIP Harun Masiku itu sangat diperlukan.

"Inilah yang kemudian kita konfirmasi ke saksi yang hadir hari ini. Termasuk dari bu ATF (Agustiani Tio Fridelina, mantan Anggota Bawaslu sekaligus salah satu tersangka kasus ini) itu juga untuk pemeriksaaan tersangka HAR (Harun Masiku) dan kawan-kawan," jelasnya.

Sekalipun Harun hingga saat ini masih buron, kata dia, namun penyidikannya terus berjalan termasuk dari keterangan Riezky. "Artinya sekalipun HAR belum tertangkap sampi hari ini tetap pemberkasannya berjalan seperti biasa," pungkasnya.

Pada perkara ini KPK menetapkan eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan caleg PDIP Harun Masiku, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih berkeliaran. (OL-2)

BERITA TERKAIT