08 February 2020, 03:20 WIB

Fukushima Aman untuk Olimpiade


Akmal Fauzi akmal@mediaindonesia.com Laporan dari Jepang | Olahraga

OTORITAS Prefektur Fukushima, Jepang memastikan J-Village yang akan menjadi titik awal pawai obor (torch relay) Olimpiade 2020 Tokyo aman dari radiasi nuklir. Isu lingkungan akan menjadi pesan khusus yang disampaikan dalam pawai obor yang dimulai 26 Maret mendatang.

"Sekitar J-Village tidak ada masalah, cukup aman beraktivitas. Kami melakukan pemantauan monitoring tingkat radiasi secara berkala," kata perwakilan Prefektur Fukushima untuk J-Village, Imazato Hideo kepada sejumlah jurnalis Indonesia, kemarin.

Imazato menambahkan berbagai promosi telah dilakukan untuk memastikan J-Village maupun Fukushima aman dari ancaman radiasi dan siap menjadi tempat berlangsungnya pertandingan Olimpiade 2020.

"Pesan yang ingin disampaikan dalam pawai obor nanti itu adalah keamanan dan ke-selamatan terkait lingkungan," jelasnya.

Fukushima akan menjadi lokasi berlangsungnya pertandingan cabang bisbol dan sofbol. "Pihak penyelenggara sudah cek dan umumkan di internet bahwa Fukushima aman untuk pertandingan. Kami juga terus kampanyekan itu," kata Deputi Divisi Hubungan Internasional Pemerintah Prefektur Fukushima Oshima Yasunori.

J-Village juga digunakan untuk tempat latihan tim sepak bola Jepang. Pantauan Media Indonesia, ada 11 lapangan yang ada di J-Village. Dari jumlah itu, sebagian di antaranya menggunakan rumput sintetis.

Pada tsunami 2011, beberapa fasilitas J-Village, yang terletak sekitar 20 kilometer dari pembangkit listrik tenaga nuklir, hancur. Sebagian tempat itu juga dijadikan tempat pengungsian. Saat Jepang dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, J-Village direnovasi dan baru dibuka pada 2019.

Cabang prioritas

Di sisi lain, Kementerian Pemuda dan Olahraga berencana membangun pusat latihan bagi lima cabang olahraga prioritas atau yang menjadi unggulan di Olimpiade.

Ia mengatakan sarana itu mungkin akan dibangun di daerah yang selama ini telah menjadi pusat pengembangan dan latihan cabang olahraga tersebut.

"Nanti rencananya dibangunkan homebase mendekat lebih ke asalnya, seperti bulu tangkis di Jawa Tengah, dan Jawa Timur, atau di Kudus. Angkat besi bisa jadi di Lampung," kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto.

Pembangunan puasat latihan cabang prioriotas tersebut merupakan instruksi Presiden Joko Widodo. Meski demikian, Gatot mengatakan pihaknya belum memastikan lima cabor prioritas Olimpiade. Ia mengatakan perlu waktu untuk menimbang dan melakukan kajian lebih lanjut.

Namun, kelima cabor itu tak terlepas dari cabor yang telah berprestasi di Olimpiade selama ini. Di antaranya, bulu tangkis, angkat besi, dan panahan. "Belum, kita masih menentukan dan menimbang lebih lanjut," kata Gatot. (Faj/R-1)

BERITA TERKAIT