07 February 2020, 20:28 WIB

Jumlah Sebenarnya Korban Virus Korona Jauh Lebih Tinggi


Haufan Hasyim Salengke | Humaniora

SEORANG pegawai rumah sakit di Wuhan, Tiongkok, mengatakan ia menduga jumlah kematian akibat virus korona ‘jauh lebih tinggi’ dari yang dilaporkan karena kurangnya operasi yang tepat di rumah sakit Tiongkok.

"Katakanlah seorang pasien telah didiagnosis dengan radang paru-paru. Untuk memastikan tentang keberadaan virus korona, penelitian tambahan harus dilakukan. Tetapi itu tidak dilakukan sama sekali, karena banyak pasien lain sedang mengantre,'' ujarnya kepada media Jerman, Deutsche Welle, kemarin.

Dia menyebutkan, jika seseorang meninggal sebelum penelitian dan bahkan tes kesehatan, penyebab kematian mereka tidak akan secara resmi dinyatakan karena virus korona.

"Masker bedah dan desinfektan sudah tidak ada. Rumah sakit menderita karena situasi ini. Wuhan telah menerima banyak sumbangan tetapi tidak mungkin untuk menerapkan peraturan yang mengharuskan dokter untuk mengganti masker setiap empat jam dan pakaian pelindung setiap enam jam," tambahnya.

Ia mengatakan pasien menunggu berjam-jam untuk diperiksa. Ia menambahkan dokter bahkan mengirim pasien pulang setelah menulis resep dan menyarankan mereka untuk menjauh dari orang-orang.

"Ruang tunggu penuh dengan orang yang batuk. Dengan demikian risiko penularan meningkat bagi orang sehat yang berada dalam suasana seperti itu," terangnya.

Ia juga mengatakan bahkan untuk mengantar seseorang ke rumah sakit sangat terkendala.

"Jika Anda tidak punya mobil, Anda hanya bisa pergi dengan taksi. Orang-orang yang tidak mampu harus berjalan ke rumah sakit. Orang-orang mengatakan banyak yang meninggal sebelum mencapai rumah sakit. Bahkan nomor-nomor telepon darurat terdampak," dia menambahkan. (Deutsche Welle/OL-2)

BERITA TERKAIT