08 February 2020, 03:35 WIB

Bandara Labuan Bajo Segera Naik Kelas


MI | Ekonomi

MENTERI  Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mempercepat target Bandara Labuan Bajo sebagai bandar udara internasional  menjadi Juni 2020 dari sebelumnya di tahun depan.

Menurut Menteri Budi Karya , bandar udara menjadi instrumen penting guna pengembangan pariwisata di Labuan Bajo ini. “Kami bersepakat bandara ini semula akan dibuat internasional pada 2021. Tapi kami bersepakat berdua (dengan Kemenpar) kalau itu kita laksanakan lebih awal di bulan Juni ini,” ujar Budi di Kantor Kementerian Perhubungan, kemarin.

Budi menjelaskan, percepatan status bandara internasional ini sejalan dengan arahan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi mengarahkan lima destinasi super prioritas (DSP) salah satunya Labuan Bajo. Dengan status bandara internasional, potensi calon wisatawan mancanegara (wisman) semakin besar.

Untuk pengembangan bandara Labuan Bajo ini, pemerintah menerapkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan PT Cinta Airport Flores selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP). PT Cinta Airport Flores merupakan konsorsium dari PT Cardig Aero Services Tbk, Changi Airport International PTE LTD, dan Changi Airports   PTE LTD.

Melalui skema  KPBU, Menhub   berharap badan usaha yang terpilih memiliki kompetensi dan kemampuan untuk mengelola Bandara Komodo.  

“Untuk peningkatan kapasitas penumpang, kita rencanakan untuk 4 juta penumpang per tahun. Sekarang ini paling 1,5-2 juta penumpang per tahun,” ungkapnya.

Sebagai informasi, nilai investasi untuk pengelolaan Bandar Udara Komodo– Labuan Bajo Rp1,2 triliun dengan estimasi totali biaya operasional selama 25 tahun Rp5,7 triliun. .

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan fasilitas infrastruktur pariwisata air di Kepulauan Natuna Provinsi Riau penuhi aspek standar keselamatan.

Menurut Luhut, keindahan pariwisata laut Indonesia perlu disempurnakan dengan keberadaan fasilitas kesehatan.

Selama ini status  travel advice pariwisata diving di Indonesia masih berwarna kuning karena belum dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang bisa mengatasi kesehatan para penyelam  jika mengalami dekompresi. (Hld/Uta/E-1)

BERITA TERKAIT