08 February 2020, 02:45 WIB

Pemerintah Pacu Layanan Perbankan Digital


Raja suhud | Ekonomi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  terus memacu layanan perbankan digital atau digital banking.

Peningkatan pada layanan digital banking dipercaya  dapat membantu  perseroan meningkatkan pendapatan bisnis dan juga membantu perseroan untuk membidik nasabah milenial.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury mengatakan pihaknya mengalokasikan dana Rp500 miliar guna pengembangan infrastruktur penunjang layanan digital.

Kemarin, Bank BTN  memperkenalkan mobile banking dengan user Interface baru yang dinamis, modern, menarik, dan user friendly.  Dengan tampilan baru ini, perseroan membidik 2,7 juta pengguna mobile banking Bank BTN pada 2020.

“Pengembangan mobile banking apps ini menjadi batu loncatan bagi kami untuk mengembangkan super apps dengan berbagai fitur yang akan menjawab kebutuhan nasabah modern Bank BTN,” tutur Pahala dalam Acara Millenials Digital Experience di Jakarta, kemarin.

Layanan supper apps yang tengah dibangun perseroan akan menyajikan berbagai fitur. Di antaranya fitur Online Onboarding yakni pembukaan rekening secara online dari handphone. Selain itu, juga akan ada fitur pembukaan e-deposito, tarik tunai tanpa kartu, dan berbagai fitur lain yang akan mengikuti tren industri.

Dijelaskan Pahala, bahwa langkah yang dilakukan itu  tidak lepas dari upaya perseroan mengakselerasi posisi sebagai bank tabungan yang sama kuatnya dengan bank penyalur KPR.

Harapannya dengan semakin banyak nasabah menggunakan layanan mobile banking BTN untuk bertransaksi, makin besar juga dana murah yang tersimpan di BTN. Selain juga akan menciptakan ekosistem yang sehat antara BTN, nasabah dan pelaku usaha.

Saat ini jumlah dan nilai transaksi menggunakan mobile banking Bank BTN mencapai 55,3 juta transaksi dengan nilai Rp9,11 triliun.

Dengan capaian tersebut, Bank BTN mencatatkan perolehan fee based income (FBI) Rp42,51 miliar pada Desember 2019 atau naik 27,65% yoy. Dengan target pengguna baru pada 2020, Pahala menuturkan pihaknya membidik posisi FBI tersebut naik sekitar 33%.

Tahun ini juga BTN akan menargetkan dapat memasang 2.000 hingga 3.000 mesin electronic data capture (EDC) guna makin memudahkan nasabah bertransaksi.


Perumahan Milenial

Pahala mengatakan bahwa pihaknya sudah terlibat diskusi dengan Kementerian Badan Usaha Milenial (BUMN) guna menghadirkan  kawasan perumahan yang cocok bagi generasi milenial.

Pihaknya akan melakukan sinergi dengan BUMN lain guna menghadirkan perumahan yang memenuhi kebutuhan milenial.

“Konsepnya kita akan bangun kawasan perumahan yang terintegrasi dengan transportasi dan dilengkapi juga dengan kebutuhan milenial lainnya. Kita akan bekerjasama dengan sesama BUMN,” ujarnya
Khusus untuk pendanaan, BTN akan menjajaki kerjasama dengan Japan Bank for International Cooperation atau JBIC.

“Mengapa JBIC, karena kita harapkan bunganya rendah sehingga pada akhirnya bisa diakses oleh milenial,” tandasnya. (E-3)

 

BERITA TERKAIT