07 February 2020, 23:55 WIB

Fraksi PKS Minta Diskotek Golden Crown Ditutup


MI | Megapolitan

KETUA Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Mohammad Arifin meminta Diskotik Golden Crown ditutup setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNNP DKI menjaring 107 pemakai narkoba di sana.
 
“Harus ditutup (Crown) karena izinnya sudah disalahgunakan,” kata Arifin di Jakarta, Jumat (7/2).

Arifin menegaskan sudah seharusnya pemerintah daerah, aparat kepolisian dan Satpol juga terlibat dalam pengawasan di diskotek-diskotek yang ada di Ibu kota. “Di sini pentingnya pengawasan tersebut agar jangan sampai kecolongan. Penegak hukum (harus) menutup tempat-tempat hiburan yang disalahgunakan,” kata Arifin.

Hal serupa diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Menurut dia, penutupan itu kewenangan Pemprov DKI. “Kita paling sampaikan ke Pemprov karena di sana yang memiliki kewenangannya,” ujar Yusri.

Yusri menyebut, penutupan itu sudah risiko dari tempat hiburan yang tidak mematuhi aturan. Setiap tempat-tempat hiburan di Jakarta telah diberitahu bahwa tidak boleh ada pengedaran narkoba. “Ketentuan-ketentuan itu kan sudah disampaikan oleh Pemda saat membuat izin bahwa tidak boleh ada pengedaran atau pemakai di situ. Itu kita lidik bersama-sama,” kata Yusri.

Rabu (5/2) dini hari, BNN menyasar dua lokasi yakni Venue, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan Golden Crown Taman Dari Jakarta Barat.

“Terindikasi positif (narkoba) satu orang dari 105 orang yang diperiksa (venue),” kata Arman.

Sementara di Golden Crown, setelah dilakukan pemeriksaan urin petugas mendapati 107 pengunjung yang positif menggunakan sabu dan ekstasi. “Ada 44 perempuan dan 63 pria. Seluruh pengunjung yang terindikasi positif menggunakan narkoba dibawa ke BNNP DKI untuk pemeriksaan lanjutan dan mengikuti assesment,” lanjutnya. (Ins/Medcom/J-1)

 

BERITA TERKAIT