07 February 2020, 17:27 WIB

Ratusan Ayam Kampung Mati di Palembang Positif Flu Burung


Antara | Nusantara

RATUSAN ekor ayam kampung yang mati mendadak di Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Sumatra Selatan, pada awal Januari 2020 dipastikan karena terjangkit virus flu burung (H5N1).

Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel drh Jafrizal di Palembang, Jumat (7/2), menjelaskan kasus ayam mati mendadak juga terjadi di Kecamatan Plaju pada November 2019, namun pihaknya tidak bisa menguji sampel ayam tersebut karena sudah dimusnahkan sebelum diperiksa.

"Untuk kasus yang di Sekojo Kalidoni kami berhasil bawa sampel ke Balai Veteriner Lampung dan akhir Januari kemarin sudah ada surat resmi bahwa itu positif flu burung," ujar Jafrizal.

Baca juga: Tiongkok Laporkan Wabah Flu Burung H5N1 di Hunan

Menurut dia cepatnya penularan virus hingga mematikan ratusan ayam hanya dalam beberapa hari di Plaju dan Sekojo tersebut menjadi indikasi kuat adanya virus Flu Burung yang punya potensi menular ke manusia karena bersiat zoonosis.

Namun peternak dari ratusan ayam tersebut juga sudah dipastikan masih aman dari kontaminasi virus dan diberikan edukasi terkait pola peternakan yang baik, sebab pihaknya melihat munculnya virus Flu burung itu turut dipicu tata kelola peternakan.

"Pola pemeliharaan peternak rakyat itu kan ayamnya dilepasliarkan ke mana-mana. Bahkan ada yang di pohon-pohon. Amat berbeda jika dibandingkan peternakan komersil yang ayamnya di kandang dan divaksinasi," tambah Jafrizal.

Baca juga: Flu Burung Landa Inggris, 27 Ribu Unggas Dimusnahkan

Temuan virus flu burung awal 2020 menjadi yang pertama sejak kasus terakhir ditemukan pada 2015. Menurut dia, Kota Palembang punya banyak riwayat temuan kasus sejak wabah H5N1 tersebut muncul pada 2008.

"Pada 2018 kami sempat canangkan Kota Palembang bebas flu burung karena tidak ada temuan, tapi sekarang malah muncul lagi," tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Awasi Mutasi Virus Flu Burung di Pasar Unggas Hidup

Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir namun tetap waspada terutama saat berinteraksi langsung dengan unggas, masyarakat perlu memperkuat imunitas tubuh agar virus-virus tidak mudah masuk.

"Penularan virus flu burung itu melalui pernafasan lewat kontak langsung dengan unggasnya, tapi jika imunitas tubuh kuat kemungkinan tertularnya lebih kecil," kata Jafrizal.

Pihaknya juga telah melaporkan temuan tersebut ke Dinkes Kota Palembang untuk ditindaklanjuti, mengingat cuaca estrem yang tengah melanda wilayah itu berpotensi mendorong penyebaran penyakit antar hewan.


 

BERITA TERKAIT