07 February 2020, 17:23 WIB

Mahfud Beberkan Kriteria RS Khusus untuk Penyakit Menular


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

PEMERINTAH berencana untuk membangun rumah sakit khusus penyakit menular sebagai pusat pelayanan kesehatan apabila terjadi suatu kasus pandemi di Indonesia.Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan kriteria khusus untuk rumah sakit khusus menangani virus-virus menular tersebut.

"Ada kriteria mengemuka harus dekat pangkalan udara, banyak yang berpendapat tidak perlu didirikan di pulau tersendiri melainkan pulau berpenduduk dan nanti didesain sesuai standar," ujarnya usai memimpin rapat koordinasi terbatas di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, Jumat (7/2).

Baca juga: ASN Pusat Harus Pindah ke Ibu Kota Baru atau Dipersilakan Mundur

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Indonesia sudah punya rumah sakit rujukan untuk penyakit menular, antara lain Rumah Sakit Suliyanto Saroso (RSPI) di Jakarta dan RS Kariadi di Semarang, Jawa Tengah, tetapi di RS tersebut antara pasien infeksi dengan pasien lainnya dirawat dalam rumah sakit yang sama, tidak terpisah secara khusus. 

Mahfud mengatakan rapat tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo pada 4 Februari 2020 lalu. Belajar dari pandemi virus Novel Corona yang terjadi di Tiongkok, akhir Desember lalu hingga saat ini, presiden meminta dilakukan pembahasan guna menyiapkan rumah sakit khusus penyakit menular.

"Ini diskusi pendahuluan, apakah nanti ada di pulau khusus atau dimana pun. Belum ada kesimpulan apa-apa," tutur Mahfud.

Seperti diberitakan, pemerintah Tiongkok bergerak cepat membangun dua rumah sakit di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, ketika virus 2019-nCoV mewabah di kota itu yakni RS Houshenshan dan RS Leishenshan. Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dilakukan dalam hitungan hari. Kedua RS itu ditujukan untuk merawat pasien-pasien yang terinfeksi virus korona. (OL-6)

BERITA TERKAIT