07 February 2020, 17:10 WIB

Ilmuwan Tiongkok Duga Virus Korona Disebarkan Melalui Trenggiling


Antara | Internasional

WABAH virus korona yang mematikan di Tiongkok diduga berasal dari kelelawar yang menular ke manusia melalui trenggiling.

Ilmuwan Tiongkok yang dipimpin tim South China Agricultural University menduga wabah virus korona yang telah menewaskan lebih dari 600 orang di daratan Tiongkok dimulai di pasar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang juga menjual hewan liar dalam kondisi hidup.

Baca juga: Antisipasi Korona, Kemendag Stop Sementara Impor dari Tiongkok

Para ahli kesehatan berpendapat virus itu mungkin berasal dari kelelawar dan ditularkan ke manusia mungkin melalui spesies lain.

Baca juga: Korona Merebak, Ratusan Pulau Dibidik untuk Bangun RS Khusus

Seperti disitat dari Antara, para ilmuwan menemukan, berdasarkan urutan genom dari regangan virus novel korona yang dipisahkan dari trenggiling dalam penelitian, 99% identik dengan orang yang terinfeksi.

Penelitian tersebut juga menemukan trenggiling menjadi inang perantara yang paling mungkin.

Baca juga: Penumpang Kapal Pesiar Jepang yang Positif Virus Korona Bertambah

Meskipun dilindungi oleh hukum internasional, menurut World Wildlife Fund, trenggiling adalah salah satu mamalia paling diperdagangkan di Asia karena dagingnya dianggap lezat dan sisiknya digunakan untuk obat tradisional di negara-negara seperti Tiongkok.

Tetapi Dirk Pfeiffer, profesor kedokteran hewan di City University Hong Kong, memperingatkan penelitian ini masih jauh untuk membuktikan trenggiling telah menularkan virus.

"Anda hanya dapat menarik kesimpulan yang lebih pasti jika membandingkan prevalensi (dari virus corona) antara spesies yang berbeda berdasarkan sampel yang representatif dan yang hampir pasti tidak," kata dia.

Meski begitu, tambah Pfeiffer, penularan ke manusia melalui pasar makanan masih perlu dibuktikan. (X-15)


 

BERITA TERKAIT