07 February 2020, 15:55 WIB

Perusahaan Beri Pelatihan bagi Karyawan, Menaker : Masih Minim


Antara | Ekonomi

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menilai bahwa pemberian pelatihan kerja oleh perusahaan untuk pengembangan karyawannya masih minim.

 Menaker Ida dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (7/02), mengungkapkan, berdasarkan survei World Bank Enterprises, kurang dari 10% perusahaan di Indonesia memberikan pelatihan formal.
 
Angka tersebut masih di bawah dari negara-negara tetangga seperti Vietnam yang mencapai 20%, Filipina (60%), dan Tiongkok (80%) perusahaannya terlibat aktif dalam meningkatkan kompetensi pegawainya.

"Investasi pada pengembangan SDM khususnya bidang pelatihan penting kita formulasikan bersama untuk mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju sebagaimana harapan ;Presiden Joko Widodo. Saya mengajak perusahaan bahu membahu mewujudkan SDM yang unggul di Indonesia," kata Menaker Ida.
 
Menurut Ida, biaya rekrutmen pegawai yang tinggi, penggunaan biro jasa untuk merekrut, pesangon yang memberatkan, hingga upah minimum yang belum sejalan dengan produktivitas pekerja adalah beberapa alasan masih minimnya pelatihan. "Sehingga cost (pembiayaan) SDM di perusahaan banyak habis untuk memfasilitasi hal-hal di luar pelatihan," katanya.

Meski demikian Menaker sangat memahami filosofi dunia usaha di seluruh dunia bergerak secara sangat sederhana yaitu mencari untung (profit oriented). Tanpa keuntungan yang jelas, tidak mungkin suatu perusahaan mau berinvestasi kepada hal-hal jangka menengah dan panjang seperti SDM.

Perusahaan besar karena skala ekonomi yang besar, cenderung bisa untung lebih besar, dan pada akhirnya bisa berinvestasi pada SDM.

Menaker berharap partisipasi aktif dalam program pemerintah terkait pengembangan SDM di antaranya adalah program Kartu Prakerja (dengan menyediakan lowongan kerja dan pemagangan, serta terlibat menjadi training center), Program BLK Komunitas dan menggunakan SISNAKER (Sistem Informasi Ketenagakerjaan) dalam seluruh urusan ketenagakerjaan. (E-1)

BERITA TERKAIT