07 February 2020, 14:45 WIB

Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan Dinilai tak Lazim


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

TIM advokasi Novel Baswedan menyangkan rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap kliennya tetap dilakukan oleh pihak kepolisian. Padahal, mereka sudah meminta penundaan rekonstruksi tersebut lantaran kondisi kesehatan mata kiri Novel yang memburuk dan akan menjalani pengobatan di Singapura.

"Kita menyayangkan rekonstruksi tetap dilanjutkan," ujar salah satu pengacara Novel, Alghifari Aqsa, kepada Media Indonesia, Jumat (7/2).

Baca juga: Sikap Pemerintah tak Jamin Eks IS tak Pulang

Alghif juga menaruh kecurigaan terhadap pihak kepolisian karena melakukan rekonstruksi secara tertutup. Apalagi, lanjutnya, rekonstruksi yang dilakukan dini hari tersebut di luar kelaziman.

"Ternyata rekonstruksi tertutup, bahkan untuk media. Rekonstruksi yang dilakukan pada dini hari juga di luar kelaziman. Polisi sejak awal sangat tertutup dg kasus ini sehingga ada kesan ada sesuatu yang coba ditutupi," tandas Algif.

Sebelumnya, rekonstruksi tersebut digelar di Jalan Deposito, Blok T Nomor 8, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (7/2) sekira pukul 03.00 sampai 06.30 WIB. Setidaknya 10 adegan dilakukan dalam rekonstruksi penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Dua tersangka dalam kasus tersebut, yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis turut dihadirkan.

Awak media dilarang meliput kegiatan rekonstruksi tersebut dan diminta menjauhi area hingga jarak 100 meter. Penjagaan selama rekonstruksi juga diperketat. Namun, menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti Haryadi, itu merupakan hal yang wajar.

"Pelaksanaan rekontruksi dimanapun, pengamanan dan penjagaan di sekitar lokasi pelaksanaan rekonstruksi pengamanan baik barometer maupun supaya pelaksanaan rekontruksi berjakan lancar sesuai dengan waktu ditetapkan," ujar Dedy di lokasi rekonstruksi.

Diketahui, Novel Baswedan disiram air keras pada 11 April 2017 sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel dilarikan ke Singapura untuk menjalani operasi mata sejak 12 April 2017.

Baca juga: Rencana Pemulangan WNI Eks IS, Ridwan Kamil Ajukan Catatan

Tim Teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat pada Kamis (26/12) lalu di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Keduanya merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob. Saat akan dipindahkan dari rutan Polda Metro Jaya ke Bareksrim Polri, salah satu tersangka berteriak di hadapan awak media bahwa Novel seorang pengkhianat.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP subsider 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara. (OL-6)

BERITA TERKAIT