07 February 2020, 13:45 WIB

Titik Pawai Obor Olimpiade Aman Radiasi


Akmal Fauzi, Laporan dari Jepang | Olahraga

OTORITAS Prefektur Fukushima, Jepang, memastikan J-Village yang menjadi titik awal pawai obor (torch relay) Olimpiade 2020 aman dari radiasi nuklir. Isu lingkungan akan menjadi pesan khusus yang disampaikan dalam pawai obor yang dimulai 26 Maret.

Jarak dari J-Village dengan pembangkit listrik tenaga nuklir yang meledak akibat tsunami pada Maret 2011 sekitar 20 kilometer.

"Sekitar J-Village tidak ada masalah, cukup aman beraktivitas. Kami melakukan pemantauan monitoring tingkat radiasi juga secara berkala," kata perwakilan Prefektur Fukushima untuk J-Village, Imazato Hideo, di J-Village kepada sejumlah jurnalis Indonesia yang mengikuti program Jenesys, Jumat (7/2) .

Pihak penyelenggara nantinya akan menggunakan obor berbahan bakar hidrogen sebagai bentuk perhatian terhadap lingkungan. Imazato mengatakan, berbagai promosi telah dilakukan untuk memastikan J-Village maupun Fukushima aman dari ancaman radiasi.

"Pesan yang ingin disampaikan dalam pawai obor nanti itu adalah keamanan dan keselamatan terkait lingkungan," imbuhnya.

Selain pawai obor, J-Village juga digunakan untuk tempat latihan tim sepak bola Jepang. Pantauan Media Indonesia, ada 11 lapangan di J-Village.

Baca juga: Virus Korona Ancam Perhelatan Olimpiade Tokyo 2020

Dari jumlah itu, sebagian diantaranya menggunakan rumput sintetis. Ada juga lapangan indoor untuk latihan. Rencananya, di lapangan itu akan menjadi titik awal pawai obor yang diperkirakan diikuti 3.000 peserta.

Pada saat tsunami terjadi 2011 lalu, seluruh lapangan dan fasilitas J-Village hancur. Saat Jepang dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, J-Village direnovasi dan baru dibuka tahun 2019.

Selain titik awal pawai obor, Fukushima juga memiliki venue cabang olahraga olimpiade 2020 yakni baseball dan softball.

"Pihak penyelenggara sudah cek dan umumkan di internet bahwa Fukushima aman untuk pertandingan dua cabang olahraga olimpiade. Kami juga terus mengampanyekan itu," kata Deputi Divisi Hubungan Internasional Pemerintah Prefektur Fukushima Oshima Yasunori.

Dia menambahkan, data Juli 2019, tingkat radiasi di Fukushima berada pada level 0,14 microsieverts per jam. Angka itu masih di bawah ambang batas bahaya radiasi.(OL-5)

BERITA TERKAIT