07 February 2020, 11:16 WIB

Simak, Ini 6 Fakta Eks WNI yang Masuk IS


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

KEMUNCULAN wacana pemulangan 600 eks warga negara Indonesia (WNI) yang sempat bergabung dalam kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (IS) didasari oleh alasan kemanusiaan. Mereka kini dikabarkan terlantar dan meminta dikembalikan ke Indonesia. Wacana tersebut kemudian menuai pro dan kontra.

News Research Center (NRC) Media Group mendapati sejumlah fakta seputar eks WNI yang bergabung dalam IS.

Baca juga: MUI: Lupakanlah Kombatan Eks IS, Tidak Perlu Diperjuangkan

1. Lebih dari 1.000 WNI bergabung IS
Diperkirakan, lebih 1.000 eks WNI bergabung dengan organisasi teroris ini. Yang terbaru, pernyataan ini dikeluarkan Ketua PBNU Said Aqil Siroj.

"Iya, kalau saya katakan 1.000 lebih yang bergabung IS. Saya tahu. Ya, kalau pemerintah menjamin mereka tidak bebuat seperti itu lagi, diterima, pulang, ya silakan," katanya, Sabtu (11/1).

2. Sebanyak 660 orang dari Indonesia kini berstatus stateless.
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, WNI yang pernah menjadi anggota IS merupakan warga negara yang stateless atau tak memiliki kewarganegaraan.

Baca juga: Gubernur Ganjar Tolak Pemulangan IS ke RI

"Kalau asli pun bila pergi dengan cara seperti itu, tanpa izin yang jelas dari negara, mungkin paspornya bisa dicabut. Itu artinya dia tidak punya status warga negara dan dari banyak negara yang punya (warga bekas anggota IS), belum ada satupun yang menyatakan akan dipulangkan. Ada yang selektif, kalau ada anak anak yatim akan dipulangkan, tapi pada umumnya tidak ada yang mau memulangkan teroris ya."

3. Tersebar di Afghanistan, Turki, dan Suriah
Sejumlah 660 eks WNI menjadi anggota IS, menurut data Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), kini tersebar di negara-negara Timur Tengah, semisal Afghanistan, Turki, dan Suriah.

Mereka mayoritas ialah perempuan dan anak-anak. "Jumlah yang kami dapat 600 lebih. Itu pun kami verifikasi dulu. Kebanyakan perempuan sama anak," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius di Jakarta, Jumat (7/2).

4. Mayoritas telah membakar paspor
Menteri Agama Fachrul Razi menyebut ratusan eks WNI yang pernah tergabung dalam IS sebagian besar telah membakar paspor Indonesia agar merasa dekat dengan Tuhan dan bentuk tindakan simbolis yang dilakukan untuk bergabung dengan ekstremis itu.

Baca juga: PKS: Jika WNI di Wuhan Dipulangkan, Kenapa Eks ISIS Tidak?

Tindakan mereka membakar paspor dapat diartikan bahwa mereka bukan WNI lagi. "Ketika mereka sudah menyatakan diri, membakar paspor Indonesia itu berarti mereka sudah bukan lagi WNI. Ada kasus di mana mereka membakar paspor kita. Itu kan sama saja dengan saya bukan orang Indonesia lagi. Itu kan kasusnya ada," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Rabu (5/2).

5. Ada 3 tokoh IS asal Indonesia
Abu Jandal, Bahrun Syah, dan Bahrun Naim ialah tokoh IS asal Indonesia. Mereka masuk daftar target pencarian berbagai negara karena aksi teror, yaitu Amerika Serikat, Prancis, dan Australia. Mereka juga menjadi aktor di balik aksi segala teror di Tanah Air.

6. Sebanyak 18 anggota kabur dari IS dan menyesal
Sejumlah 18 WNI kabur dari kelompok militan IS pada 2017. Mereka dijemput perwakilan pemerintah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (12/8/2017).

"Rombongan deportan dibawa ke BNPT Sentul Bogor," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, Senin (14/8/2017). Sumber: Kementerian Luar Negeri/Kemenko Polhukam/Tim MI(Kementerian Luar Negeri/Kemenko Polhukam/Tim MI/OL-5)

BERITA TERKAIT