07 February 2020, 08:41 WIB

Dokter Pelapor Pertama Virus Korona Meninggal


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEORANG dokter Tiongkok yang termasuk di antara yang pertama memberi peringatan ke publik tentang wabah virus korona baru, dilaporkan telah meninggal akibat infeksi virus mematikan tersebut, Jumat (7/2). Dr Li Wenliang sempat ditegur oleh pihak berwenang karena dianggap menyebarkan desas-desus terkait virus tersebut.

Li bekerja sebagai ahli mata di pusat wabah virus korona di Kota Wuhan, Tiongkok, ketika dia mengamati pasien dengan gejala yang mirip dengan wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) mematikan (2002-2003).

Pria 34 tahun itu mengirim pesan kepada rekan-rekannya pada 30 Desember. Tetapi ia dan sejumlah orang lainnya malah dipanggil oleh polisi karena dianggap menebarkan rumor. Dia kemudian tertular virus korona saat merawat seorang pasien dan dipuji sebagai pahlawan oleh pengguna internet Tiongkok. Rumah Sakit Pusat Wuhan di Provinsi Hubei, tempat Li bekerja, mengonfirmasikan kematiannya dalam unggahan singkat di platform media sosial Tiongkok, Weibo.

baca juga: Beijing Senang WNI Dikarantina di Natuna Sehat

"Dokter mata Li Wenliang dari rumah sakit kami, yang sayangnya terinfeksi selama perang melawan epidemi pneumonia dari virus korona baru, meninggal pada pukul 2.58 dini hari pada 7 Februari 2020 meskipun telah dilakukan upaya habis-habisan untuk menyelamatkannya. Kami sangat sedih dan berduka cita," kata pihak rumah sakit.

Lebih dari 600 orang telah meninggal dan 28.000 telah terinfeksi virus korona di Tiongkok. Pihak berwenang masih berjuang untuk membendung wabah. (AFP/OL-3)

BERITA TERKAIT