06 February 2020, 23:42 WIB

JB Sumarlin Dikenal sebagai Sosok yang Gigih


Nur Aivanni | Humaniora

MANTAN Menteri Keuangan era Soeharto, JB Sumarlin, dikenal sebagai sosok yang gigih. Demikian kenangan yang dimiliki oleh Ekonom Senior Emil Salim.

"Beliau saya tetap kenang sebagai pejuang, orang yang gigih, pejuang pemberantas korupsi," kata Emil Salim saat ditemui di rumah duka MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, Kamis (6/2).

Sebelum tutup usia, cerita Emil, Sumarlin yang merupakan Ketua Dewan Guru Besar FEUI rajin mengikuti rapat sidang dewan guru besar. "Beliau tetap rajin mengikuti sidang dewan guru besar sampai bulan lalu. Jadi, gigih dan tetap telaten," katanya.

Kenangan bersama Wakil Ketua Bappenas periode 1973-1982 tersebut juga disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Bambang Brodjonegoro. Bambang mengaku pernah mendapatkan wejangan dari Sumarlin yang memiliki pribadi yang bersahaja tapi tegas.

"Pertama saya sebagai dekan Fakultas Ekonomi, kebetulan beliau adalah Ketua Dewan Guru Besar, beliau selalu mengingatkan saya sebagai dekan agar selalu membina para dosen, mengupayakan mereka menjadi guru besar," tuturnya.

Selain itu, ketika dirinya menjabat sebagai Kepala Bappenas di Kabinet Kerja, Bambang sempat diberikan wejangan untuk terus menjaga eksistensi dalam konteks merancang pembangunan nasional baik jangka pendek, menengah maupun panjang dan selalu menekankan harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Saya berharap semangat yang beliau sampaikan semasa masih hidup akan menjadi inspirasi bagi kami semua," ucap Bambang.

Sementara itu, Sumarlin di mata anak-anaknya dikenal sebagai sosok yang berdedikasi baik kepada bangsa maupun keluarganya. "Sesibuk-sibuknya beliau, beliau juga memberikan waktu kepada keluarga," kata anak pertama Sumarlin, Widyantoko. Tak hanya itu, Sumarlin juga merupakan sosok yang kerja keras dan tanpa pamrih. "Tidak mengharapkan balasan," imbuhnya.

Widyantoko tidak menyangka sang ayah akan pergi meninggalkan keluarganya. Namun, beberapa waktu belakangan saat dirawat di rumah sakit, cerita Widyantoko, beliau sempat mengatakan bahwa dirinya sudah siap untuk pergi. "Beliau sudah dalam beberapa hari terakhir sudah siap, sudah menyatakan bahwa ini mungkin yang terakhir," katanya.

Selain, Bambang Brodjonegoro dan Emil Salim, hadir pula di rumah duka, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Kerja Rudiantara, dan Menteri Perindustrian pada Kabinet Kerja periode 2014-2016 Saleh Husin.

Saleh Husin mengenang sosok Sumarlin yang dikenal dengan gebrakan-gebrakannya. "Saya terakhir ketemu Prof Sumarlin pada saat pelantikan rektor UI dan ketika itu saya masih sempat ngobrol dan berbicara dengan beliau, dengan nada yang datar beliau masih berpesan agar ke depan UI harus dikelola dengan baik dan modern sehingga

bisa menjadi universitas kelas dunia," kata Ketua MWA UI tersebut.

Sumarlin, sambungnya, begitu menaruh harapan yang besar terhadap muridnya, Ari Kuncoro yang saat ini menjadi rektor UI, agar sukses memimpin UI. "Selamat jalan Pak Marlin, selamat jalan Prof," tandas Saleh. (OL-8)

BERITA TERKAIT