07 February 2020, 07:40 WIB

Illegal Logging di Monas


MI | Megapolitan

SISI selatan Monumen Nasional (Monas) terlihat gundul. Kawasan yang menjadi pintu masuk utama ke objek wisata ikon Ibu Kota kini gersang sejak 191 pohon besar ditebang dan 85 pohon berukuran kecil dipindahkan dari lokasi itu demi proyek revitalisasi Monas.

Berbagai jenis pohon besar, yaitu trembesi, mahoni, hingga tabebuya sudah ditebang. Padahal dua jenis pohon yang disebutkan di awal memiliki nilai yang sangat tinggi di pasaran.

Contohnya, harga kayu mahoni dijual Rp2,5 juta per meter kubik untuk kaso. Adapun untuk kayu batangan dijual Rp400 ribu per meter tergantung dari diameternya.

Kayu trembesi beda lagi harganya. Kayu itu dijual lebih mahal daripada mahoni. Kisaran harga untuk kayu berdiameter 40 cm dijual Rp1,5 juta hingga Rp1,9 juta per meter. Lalu kayu trembesi berdiameter 70 cm ditawarkan Rp3,8 juta per meter.

Namun, problemnya ialah hingga kini tidak jelas ke mana kayu-kayu berharga mahal hasil tebangan pohon di Monas itu dilarikan?

Kasi Informasi UPT Monas Irfal Guci sempat menyebutkan semua pohon yang ditebang dibawa ke gudang Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur. Namun, hal itu ditepis Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Suzi Marsitawati.

Suzi berkelit pihaknya tidak bertanggung jawab perihal penebangan pohon. "Tanggung jawab itu bukan di dinas kami, tapi ke pemegang proyek, yakni Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata). Kami hanya merekomendasikan berapa jumlah pohon penggantinya, yakni tiga kali lipat. Artinya, menjadi 573 pohon dari 191 pohon yang ditebang," kata Suzi di Balai Kota, kemarin.

Suzi juga menyatakan bahwa pihaknya tidak merekomendasikan jenis pengganti pohon yang akan ditanam di Monas.

Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Citata DKI Jakarta Heru Hermawanto justru melempar kembali tanggung jawab terkait pohon-pohon yang ditebang itu ke Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

"Kalau saya, hanya soal proyeknya, bukan soal penebangan pohonnya," ujar Heru.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah justru meminta agar penebangan pohon ini tidak lagi diributkan. "Kita sudah menjamin akan menanam kembali semua pohon yang ditebang itu dengan jumlah tiga kali lipat. Lagi pula pohon-pohon itu tidak ada nilainya kok," tukas Saefullah. (Putri Anisa Yuliani/J-2)

BERITA TERKAIT