06 February 2020, 21:50 WIB

Asosiasi Haji Diminta Kompak dalam Pelaksanaan Ibadah di Arab Sau


Syarief Oebaidillah | Humaniora

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) imbau penyelenggara haji dan umrah yang ada di asosiasi dapat kompak menyampaikan aspirasi ke Arab Saudi menghadapi kebijakan di negara itu.

“Bapak Menteri Agama meminta kepada segenap asosiasi travel haji dan umrah untuk kompak, khususnya dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah Arab Saudi,” kata Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Khusus Direktorat Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah Kemenag, Arfi Hatim menjawab Media Indonesia, Kamis (6/2).

Menurut Arfi, Asosiasi penyelenggara umrah dan haji khusus tersebut, di antaranya: Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) dan Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo).Pertemuan berlangsung tertutup di kantor Kemenag Jakarta di ruang kantor Menag Fachrul Razy.

Arfi mengakui perwakilan ketiga Asosiasi tersebut meminta Kementerian Agama dapat menyatukan asosiasi umrah dan haji khusus di Indonesia dalam satu wadah dan satu suara untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan penyelenggaraan haji dan umrah pemerintah Arab Saudi.

Selain itu.Kementerian Agama akan mengambil langkah-langkah pengamanan terhadap calon jemaah umraj dan tidak mau lagi terulang jemaah dirugikan dan ditelantarkan oleh travel atau penyelenggara umrah dan haji.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Umum Himpuh, Muharom Ahmad membenarkan perwakilan pimpinan asosiasi haji dan umrah yang hadir menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Menag Fachrul |Razy.” Ya benar kami memohon kepada bapak Menag agar memberi arahan kepada semua asosiasi untuk bersatu menghadapi Muasasah di Arab Saudi yang berencana menambahkan biaya pelaksanaan pada saat wukuf di Arafah dan Mina atau Armina,” kata Muharom Ahmad saat dikonfirmasi. Dalam kesempatan itu, hadir para pimpinan Asosiasi antara lain Fuad Hasan Masyhur, Baluk Ahmad, Asrus Azis Taba, Magnatis Chaidir dan lain lain.

Selanjutnya, Muharom mencontohkan biaya untuk fasilitas AC di Mina hingga 4000 riyal hingga 9500 riyal dari biaya sebelumnya.

“Jika ada kenaikan akan mencapai Rp 11 juta pada biaya Armina musim haji tahun ini maka akan kesulitan besar bagi kami para penyelenggara,” cetusnhya. Karena itu dia, meminta para Ketua Umum dari semua asosiasi haji dan umrah dapat berjalan bersama mewakili seluruh anggotanya guna membela hak lebih dari 17.000 jemaah haji khusus . Pasalnya dalam 10 tahun terakhir terus merasakan kenaikan biaya pada pelaksanaan wukuf di Arafah-Mina (Armina) namun tidak mendapatkan haknya secara penuh khususnya hak area yang memadai selama mabit di Mina.

Terkait permintaan Kemenag agar tidak ada lagi penelantaran jemaah umrah ,Muharom mengatakan justru kasus First Travel (FT ) yang menelantarkan puluhan ribu jemaah umrah disebabkan FT tidak menjadi anggota asosiasi haji umrah , sehingga tidak terkontrol.

“ Travel travel yang terbina di asosiasi lebih terdeteksi dan bisa segera diminimalisir efek negatifnya. Nah kalau semua asosiasi kompak membina anggotanya dan kompak maka hak-hak jemaah akan lebih terpenuhi,” pungkas Muharom. (OL-2)

BERITA TERKAIT